JAWA BARAT — Pemerintah memulai program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) serentak di Indonesia mulai Agustus 2026. Program yang digelar di sekolah ini merupakan bagian dari Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) untuk memastikan anak usia sekolah mendapat imunisasi lanjutan yang tidak didapat saat bayi.
Kementerian Kesehatan RI menegaskan imunisasi ini penting untuk mencegah penyakit berbahaya seperti difteri, tetanus, campak, rubela, hingga kanker leher rahim. "Setiap anak usia sekolah harus dipastikan mendapatkan imunisasi rutin lengkap, tidak hanya imunisasi pada saat bayi dan di bawah usia dua tahun saja," demikian pernyataan resmi Kemenkes RI.
Jadwal Imunisasi BIAS 2026 per Kelas
Pelaksanaan BIAS menyasar anak SD hingga SMP dengan jenis vaksin berbeda di tiap jenjang. Berikut rincian jadwalnya:
- Kelas 1 SD (usia ±7 tahun): Vaksin MR (Campak Rubella) diberikan Agustus, lalu vaksin DT (Difteri Tetanus) pada November. - Kelas 2 SD (usia ±8 tahun): Vaksin Td diberikan November. - Kelas 5 SD (usia ±11 tahun): Vaksin HPV pada Agustus dan vaksin Td di November. - Kelas 6 SD (usia ±12 tahun): Vaksin HPV pada Agustus. - Kelas 9 SMP (usia ±15 tahun): Vaksin HPV pada Agustus.
Vaksin HPV Kini untuk Anak Laki-laki3>
Kabar baiknya, imunisasi HPV tidak lagi hanya untuk anak perempuan. Sejak Agustus 2026, anak laki-laki usia 11 tahun juga mulai menerima vaksin ini melalui program BIAS.
Vaksin HPV melindungi anak laki-laki dari risiko penyakit serius di masa depan seperti kanker anus, kanker penis, dan kanker tenggorokan atau orofaring. Selain itu, kekebalan yang terbentuk akan memutus rantai penularan virus, sehingga melindungi orang-orang terdekat di kemudian hari.
"Memang di tahun ini kami rencanakan untuk bias bulan Agustus, kita akan memulai introduksi pemberian vaksin HPV pada anak laki-laki di tiga provinsi," ungkap Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Indri Yogyaswari, MARS.
Tiga Provinsi Pertama Penerima Vaksin HPV Anak Laki-laki
Tahap awal ini menyasar tiga provinsi: Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), DKI Jakarta, dan Bali. Perluasan akan dilakukan bertahap — Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten menyusul pada 2027, lalu Jawa Timur pada 2028, sebelum akhirnya menjangkau seluruh Indonesia.
Untuk perlindungan optimal, Kemenkes merekomendasikan satu dosis HPV jika diberikan sebelum usia 20 tahun. Anak usia 11 tahun di luar sekolah tetap bisa mendapatkannya gratis di Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.
Manfaat Vaksin di Balik Program BIAS
Setiap jenis imunisasi punya peran penting. Vaksin MR melindungi anak dari komplikasi campak seperti pneumonia dan radang otak. Sementara vaksin DT dan Td mencegah difteri dan tetanus yang bisa berakibat fatal.
Studi menunjukkan vaksin HPV memberikan perlindungan hampir 100 persen terhadap tipe virus berisiko tinggi bila diberikan sejak dini, dengan efektivitas bertahan lebih dari 10 tahun. Ini modal berharga untuk masa depan anak yang lebih sehat.