CIREBON — Distan Kabupaten Cirebon mempertemukan langsung produk olahan Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan konsumen melalui kegiatan Pasar Tani. Gelaran yang menjadi bagian dari peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi KWT untuk memasarkan produknya secara mandiri.
Kepala Distan Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya menyebut Pasar Tani merupakan wadah strategis untuk memotong rantai distribusi. Produk yang dijajakan berasal dari hasil olahan pertanian dan peternakan yang dikembangkan langsung oleh kelompok masyarakat.
“Pasar Tani yang dilaksanakan hari ini untuk memasarkan produk-produk dari KWT,” kata Deni di Cirebon, Selasa.
Berapa Jumlah Kelompok Tani di Cirebon?
Data yang dikonfirmasi Distan menunjukkan jumlah kelompok tani (poktan), termasuk KWT, di Kabupaten Cirebon mencapai 4.115 poktan. Dari total tersebut, tercatat 15.412 orang merupakan petani perempuan yang aktif mengembangkan usaha tani.
Deni menjelaskan, KWT memiliki potensi besar dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. Hal ini dinilai mampu mendukung peningkatan ekonomi masyarakat secara lebih luas.
“Harapan selanjutnya KWT dapat mandiri dan bisa memasarkan produk-produknya,” katanya.
Vaksinasi Rabies dan Respons Kekeringan Ikut Digarap
Pada kesempatan yang sama, Distan Cirebon juga menggelar vaksinasi rabies yang menargetkan sekitar 300 ekor hewan. Layanan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan penyebaran penyakit rabies sekaligus edukasi kesehatan hewan kepada masyarakat.
Di luar itu, Distan mulai menerima laporan kekeringan yang muncul di sejumlah wilayah. Deni menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk mencari solusi terbaik bagi para petani.
“Kita harus menangani kekeringan dengan tenang dan berkoordinasi dengan stakeholder untuk mencari pemecahan terbaik bagi para petani,” ujarnya.
Distan memastikan pendampingan terhadap KWT tidak berhenti pada penyediaan pasar. Secara bertahap, kelompok tani didorong membangun jaringan pemasaran sendiri agar usaha mereka berkelanjutan.
“Kami tentu saja membantu untuk memasarkan dan selanjutnya mereka bisa memasarkan sendiri,” pungkas Deni.