BOGOR — Bupati Bogor Rudy Susmanto menerima penghargaan Digital Innovation Award dalam kategori Digital Innovation in Public Services. Penghargaan diberikan atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Bogor mengembangkan sistem pengaduan berbasis digital bernama Lapor Pak. Sistem ini menjadi jembatan antara warga dan pemerintah daerah dalam menyampaikan keluhan hingga usulan pembangunan.
Lapor Pak dirancang sebagai kanal terpadu yang memungkinkan warga mengirimkan laporan secara real-time. Tidak hanya menerima aduan, aplikasi ini juga mencatat progres tindak lanjut dari setiap laporan yang masuk. Dengan begitu, warga bisa memantau langsung apakah keluhan mereka sudah ditangani atau masih dalam proses.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor menyebutkan bahwa sistem ini mengubah cara kerja birokrasi. “Dulu warga harus datang ke kantor atau menunggu lama. Sekarang cukup dari ponsel, laporan langsung masuk dan ditindaklanjuti,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Digital Innovation Award diberikan kepada institusi pemerintah yang berhasil menerapkan inovasi digital secara nyata. Kabupaten Bogor dinilai berhasil karena Lapor Pak tidak sekadar aplikasi, tetapi sudah terintegrasi dengan sistem kerja dinas-dinas terkait. Setiap laporan yang masuk otomatis diteruskan ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berwenang.
Penghargaan ini juga menempatkan Kabupaten Bogor dalam peta daerah yang serius mengadopsi teknologi untuk pelayanan publik. Rudy Susmanto menyebut penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus memperbaiki sistem. “Ini bukan akhir, tapi awal dari pelayanan yang lebih baik,” katanya.
Sejak diluncurkan, Lapor Pak mencatat ribuan laporan dari warga di 40 kecamatan. Keluhan paling banyak datang dari sektor infrastruktur, seperti jalan rusak dan saluran air tersumbat. Dengan adanya sistem ini, waktu respons rata-rata turun drastis dibandingkan prosedur manual sebelumnya.
Ke depan, Pemkab Bogor berencana menambahkan fitur pelacakan berbasis peta dan notifikasi otomatis. Warga akan mendapat pemberitahuan langsung begitu laporannya masuk tahap pengerjaan. Inovasi ini diharapkan bisa menjadi model bagi daerah lain yang ingin memperbaiki kualitas pelayanan publik.