BOGOR — Pemerintah Kabupaten Bogor melalui instansi terkait terus menggeber pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga. Proyek ini menjadi prioritas karena menyasar kebutuhan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini sulit mengakses sekolah formal.
Proses konstruksi fisik sekolah saat ini masih berlangsung. Pengerjaan dikebut agar fasilitas belajar mengajar sudah bisa digunakan saat tahun ajaran baru dimulai. Lokasi di Desa Sipak dipilih karena angka putus sekolah di kawasan tersebut masih relatif tinggi.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai lembaga pendidikan alternatif yang memberikan akses gratis atau biaya ringan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan miskin. Kurikulumnya disesuaikan agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja lokal.
Program ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Bogor menekan angka anak tidak sekolah (ATS) di daerah pedalaman dan pinggiran. Kecamatan Jasinga selama ini tercatat sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kesejahteraan yang perlu mendapat perhatian lebih.
Pihak pelaksana proyek mengaku progres pembangunan berjalan sesuai jadwal meskipun sempat terkendala cuaca ekstrem beberapa pekan lalu. Material bangunan didatangkan secara bertahap untuk mengantisipasi akses jalan yang sempit di Desa Sipak.
Pemerintah desa setempat mendukung penuh percepatan ini. Mereka berharap kehadiran Sekolah Rakyat bisa memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang lebih terjangkau bagi warganya.
Kehadiran sekolah ini disambut antusias warga. Banyak orang tua yang sebelumnya mengeluhkan jarak tempuh ke sekolah terdekat dan biaya yang mahal. Dengan adanya Sekolah Rakyat di desa mereka, anak-anak bisa bersekolah tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi besar.
Pemkab Bogor juga berencana menyediakan program pendukung seperti seragam gratis dan buku pelajaran bagi siswa yang terdaftar. Langkah ini diambil agar tidak ada lagi alasan ekonomi yang menghalangi anak-anak untuk bersekolah.