Mediasi Kasus Pengeroyokan Pelajar di Kota Bogor, Keluarga Korban dan Pelaku Sepakat Berdamai

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 18:23:31 WIB
Keluarga korban dan pelaku pelajar di Bogor sepakat berdamai setelah mediasi tertutup.

BOGOR — Perdamaian menjadi titik akhir dari kasus pengeroyokan yang melibatkan pelajar di Kota Bogor. Keluarga korban dan pihak pelaku sepakat untuk tidak melanjutkan perkara tersebut ke proses hukum setelah berhasil dimediasi.

Kesepakatan damai itu diambil secara sukarela oleh kedua belah pihak. Mediasi difasilitasi oleh perangkat kelurahan setempat dan pihak kepolisian dari Polresta Bogor Kota.

Proses Mediasi Berlangsung Tertutup

Mediasi digelar di kantor kelurahan beberapa hari setelah peristiwa pengeroyokan terjadi. Pertemuan itu dihadiri langsung oleh orang tua korban dan orang tua pelaku, serta perwakilan dari sekolah.

Dalam pertemuan tersebut, pihak pelaku menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada korban dan keluarganya. Keluarga korban pun menerima permintaan maaf itu dan sepakat untuk mencabut laporan di polisi.

Apa yang Melatarbelakangi Keputusan Damai?

Keputusan untuk berdamai diambil setelah mempertimbangkan sejumlah hal. Salah satunya adalah hubungan kekerabatan antara kedua keluarga yang masih berada dalam satu lingkungan tempat tinggal.

“Kami sepakat untuk berdamai karena masih satu kampung. Kami tidak ingin masalah ini berlarut-larut dan mengganggu hubungan baik,” ujar salah satu perwakilan keluarga dalam mediasi.

Selain itu, pelaku yang masih di bawah umur juga menjadi pertimbangan utama. Kedua belah pihak sepakat bahwa proses pembinaan lebih baik dilakukan di lingkungan keluarga dan sekolah daripada melalui jalur pidana.

Langkah Selanjutnya: Pembinaan dan Pengawasan

Pasca mediasi, pihak kepolisian tetap akan melakukan pembinaan terhadap para pelaku. Mereka akan dipantau oleh pihak sekolah dan orang tua masing-masing.

Kepolisian juga mengimbau agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Peran aktif orang tua dan guru dalam mengawasi pergaulan anak dinilai sangat penting untuk mencegah tindak kekerasan di kalangan pelajar.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: radarbogor.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top