5 Warung Nasi Gurih di Cirebon yang Kelezatannya Bikin Antre Sejak Subuh, Harga Mulai Rp10.000

Penulis: Mardian Syah  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:44:01 WIB
Antrean panjang menghiasi pagi hari di lima warung nasi gurih favorit di Cirebon.

CIREBON — Fenomena antrean panjang sebelum warung buka bukan hal asing di sejumlah tempat makan nasi gurih di Cirebon. Lima warung tercatat menjadi favorit warga karena porsi besar, lauk beragam, dan harga yang ramah di kantong.

Kenapa Nasi Gurih Cirebon Selalu Diburu?

Nasi gurih khas Cirebon berbeda dengan nasi uduk khas Betawi atau nasi liwet Solo. Aromanya lebih kuat karena menggunakan santan kental dan rempah seperti serai serta daun salam yang dimasak perlahan.

Lauk pendampingnya juga variatif, mulai dari ayam goreng, telur balado, tahu tempe bacem, hingga sambal goreng krecek. Semua ditempatkan dalam satu piring dengan harga sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi.

Daftar 5 Warung Nasi Gurih yang Paling Dicari

Berdasarkan catatan para penikmat kuliner pagi di Cirebon, berikut lima warung yang kerap kehabisan stok sebelum pukul 10.00 WIB:

  • Nasi Gurih Bu Hj. Siti — Terletak di Jalan Kalibaru Selatan, warung ini buka pukul 05.00 WIB. Lauk andalannya adalah ayam goreng kuning dan sambal terasi yang pedas.
  • Nasi Gurih H. Diding — Berada di kawasan Pekalipan, porsinya besar dengan tambahan mi goreng dan bihun sebagai pelengkap. Harga mulai Rp12.000.
  • Nasi Gurih Mbah Jum — Warung legendaris di Jalan Siliwangi ini sudah berjualan sejak 1980-an. Pembeli rela antre sejak pukul 04.30 WIB.
  • Nasi Gurih Rasa — Di Jalan Karanggetas, warung ini terkenal dengan sambal goreng hati dan amplangnya. Harganya paling murah, Rp10.000 per porsi.
  • Nasi Gurih Pak Karto — Berada di daerah Kejaksan, menu unggulannya adalah telur dadar tipis dan tahu isi. Stok habis sebelum pukul 09.00 WIB.

Antrean Panjang Jadi Pemandangan Pagi Hari

Di setiap warung, pembeli biasanya sudah datang sejak pukul 04.30 WIB. Banyak yang membawa rantang atau wadah sendiri untuk dibawa pulang. Suasana pagi di lokasi-lokasi ini selalu ramai dengan suara penjual menyendok nasi dan pembeli yang memilih lauk.

Seorang pembeli bernama Andi, warga Kecamatan Kejaksan, mengaku rela bangun lebih awal setiap akhir pekan demi seporsi nasi gurih. “Kalau datang jam enam, kadang lauk favorit sudah habis. Jadi harus subuh-subuh,” ujarnya.

Harga Masih Stabil, Porsi Tetap Besar

Di tengah kenaikan harga bahan pokok, kelima warung ini masih mempertahankan harga jual di kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000. Sebagian besar penjual memilih mengurangi margin keuntungan ketimbang menaikkan harga.

Hal ini membuat nasi gurih tetap menjadi pilihan utama sarapan bagi pekerja dan pelajar di Cirebon. Tidak heran, setiap pagi warung-warung ini selalu penuh, dan sebelum siang, nasi gurih sudah habis terjual.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: radarbogor.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top