JAWA BARAT — Manajemen KAI Divre II Sumbar tidak hanya mengecek kondisi rel dan bantalan, tetapi juga memeriksa sistem persinyalan, wesel, ballast, serta perlintasan sebidang. Tim yang dipimpin langsung Kepala Divisi Regional II Sumbar, Lutfi Wijaya, menggunakan lori dresin untuk menyusuri jalur secara detail.
Sejumlah stasiun yang masuk dalam daftar pemeriksaan adalah Tabing, Duku, Lubuk Alung, Pariaman, dan Naras. Titik-titik rawan banjir mendapat perhatian khusus, terutama pada sistem drainase yang bisa mempengaruhi stabilitas jalur saat hujan deras.
Dalam pengarahan sebelum kegiatan, Lutfi Wijaya menekankan bahwa budaya keselamatan harus menjadi prioritas utama seluruh pekerja. Ia meminta jajarannya meningkatkan kewaspadaan dan disiplin menjalankan prosedur operasional, serta aktif mengidentifikasi potensi bahaya di lapangan.
“Melalui pemeriksaan langsung di lapangan, kami memastikan setiap aspek prasarana berada dalam kondisi siap operasi sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” ujar Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, dalam keterangan persnya, Jumat (12/6/2026).
KAI tidak hanya fokus pada infrastruktur internal. Perusahaan juga meningkatkan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar jalur dan perlintasan sebidang. Langkah ini dinilai krusial mengingat banyak kecelakaan terjadi akibat kelalaian pengguna jalan.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengutamakan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” kata Reza.
Periode libur sekolah merupakan salah satu musim perjalanan tersibuk tahun ini. Dengan pengawasan prasarana yang ketat dan edukasi publik yang masif, KAI berharap seluruh perjalanan bisa berlangsung lancar tanpa insiden berarti.