Pencarian

Presiden Prabowo Curhat Mobil Dinas Maung Bocor dan Berisik, Tetap Dipakai demi Industri Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 • 05:15:31 WIB
Presiden Prabowo Curhat Mobil Dinas Maung Bocor dan Berisik, Tetap Dipakai demi Industri Nasional
Presiden Prabowo mengakui atap mobil dinas Maung bocor saat hujan.

JAWA BARAT — Pengakuan soal kekurangan Maung ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam sebuah kesempatan. Bukan sekadar gosip di kalangan istana, keluhan ini datang dari pengguna nomor satu di negeri ini. Ia mengakui secara blak-blakan bahwa kendaraan taktis kebanggaan Pindad itu belum sempurna.

Bocor Saat Hujan dan Bunyi Mengganggu di Tanjakan

Dua masalah utama yang dikeluhkan Prabowo cukup krusial untuk kendaraan yang digadang-gadang sebagai simbol kemandirian alutsista. Pertama, atap mobil yang bocor ketika diguyur hujan. Kedua, suara berisik atau 'geredek-geredek' yang muncul saat melintas di jalan menanjak.

"Saya naik Maung, atapnya bocor, bunyi geredek-geredek kalau nanjak," ujar Prabowo menirukan keluhan yang ia alami langsung. Pernyataan ini menjadi pengakuan jujur dari level tertinggi pemerintahan terhadap produk dalam negeri yang masih dalam tahap pengembangan.

Dukungan untuk Industri Dalam Negeri bukan Gimmick

Namun, yang menarik justru sikap Prabowo setelah menemukan masalah tersebut. Alih-alih beralih ke mobil impor yang lebih nyaman, ia memilih bertahan. Keputusan ini diambil bukan karena alasan prestise, melainkan sebagai komitmen nyata terhadap industri manufaktur dan pertahanan nasional.

"Saya tetap pakai Maung. Ini bentuk dukungan kita pada industri dalam negeri," tegasnya. Sikap ini bisa dibaca sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah siap menerima risiko awal pengembangan produk lokal, termasuk ketidaknyamanan yang menyertainya.

Maung: Antara Ambisi dan Realita di Lapangan

Maung sendiri merupakan kendaraan taktis ringan yang dirancang oleh Pindad untuk kebutuhan militer dan VIP. Sebagai mobil dinas kepresidenan, ekspektasi terhadap kenyamanan dan keandalan jelas tinggi. Curhatan Prabowo ini justru menjadi masukan paling berharga bagi para insinyur Pindad.

Alih-alih menutupi kekurangan, pengakuan terbuka dari presiden justru membuka peluang perbaikan yang lebih konkret. Jika atap bocor, Pindad bisa memperkuat sistem seal dan drainase. Jika ada bunyi aneh di tanjakan, tim teknis bisa mengecek drivetrain dan suspensi.

Bagi pengamat otomotif, ini adalah contoh nyata bahwa pengembangan produk dalam negeri butuh proses trial and error. Tidak ada produk yang langsung sempurna sejak prototipe. Yang terpenting adalah kesediaan untuk menerima kritik dan segera melakukan perbaikan.

Dampak bagi Pengguna Sipil dan Citra Pindad

Meskipun Maung tidak dijual bebas untuk pasar sipil, pengalaman presiden ini tetap relevan. Kepercayaan publik terhadap produk Pindad bisa terpengaruh oleh berita semacam ini. Namun, jika Pindad responsif dan cepat melakukan

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks