JAWA BARAT — Samsung memperkenalkan Galaxy A07 5G secara global, melengkapi lini entry-level yang sebelumnya hanya tersedia dalam versi 4G. Perangkat ini membawa sejumlah peningkatan signifikan, terutama di sektor baterai, layar, dan kebijakan pembaruan perangkat lunak yang lebih agresif.
Salah satu nilai jual utama Galaxy A07 5G adalah baterai berkapasitas 6.000 mAh. Kapasitas ini termasuk yang terbesar di lini Galaxy A Series dan diklaim mampu mendukung aktivitas harian lebih lama dibanding pendahulunya.
Namun, Samsung masih mempertahankan teknologi pengisian cepat 25 watt. Meski bukan yang tercepat di kelasnya, kombinasi baterai besar dan efisiensi chipset Dimensity 6300 membuat perangkat ini tetap menarik bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan ketimbang kecepatan ngecas.
Peningkatan lain ada di sektor layar. Galaxy A07 5G kini mendukung refresh rate 120 Hz, naik dari 90 Hz pada varian 4G. Panel PLS LCD berukuran 6,7 inci dengan resolusi HD Plus ini memiliki tingkat kecerahan maksimal 800 nits, cukup nyaman digunakan di luar ruangan.
Dengan refresh rate lebih tinggi, scrolling media sosial, browsing, dan navigasi antarmuka terasa lebih halus dan responsif—sebuah fitur yang jarang ditemui di HP entry-level Samsung sebelumnya.
Untuk dapur pacu, Galaxy A07 5G mengandalkan MediaTek Dimensity 6300 yang dibuat dengan proses fabrikasi 6 nm. Dalam pengujian benchmark AnTuTu versi 11, chipset ini mampu menembus skor 500 ribuan poin.
Skor tersebut cukup memadai untuk kebutuhan harian seperti media sosial, streaming video, multitasking ringan, hingga bermain game populer dengan pengaturan grafis menengah. Samsung juga membekali perangkat ini dengan RAM LPDDR4X dan penyimpanan UFS 2.2, yang menawarkan kecepatan baca-tulis lebih baik dibanding memori eMMC yang masih banyak digunakan di kelas harga serupa.
Keunggulan yang paling menonjol justru datang dari sektor perangkat lunak. Galaxy A07 5G langsung menjalankan Android 16 berbasis One UI 8 saat pertama kali dinyalakan. Samsung menjanjikan dukungan pembaruan sistem operasi hingga enam tahun, yang berarti ponsel ini berpotensi mendapat update hingga Android 22.
Kebijakan ini menjadi nilai tambah besar di segmen entry-level, di mana mayoritas ponsel hanya mendapat 1-2 tahun pembaruan OS. Bagi pengguna yang ingin memakai HP dalam jangka panjang, fitur ini bisa menjadi faktor penentu.
Dari segi desain, Galaxy A07 5G masih mempertahankan bahasa desain yang mirip dengan varian 4G. Namun, Samsung memberikan sentuhan baru pada modul kamera belakang dengan efek ring yang menyerupai desain Galaxy A17 5G, sehingga terlihat lebih segar dan premium.
Hingga berita ini ditulis, Samsung belum mengumumkan harga resmi untuk pasar Indonesia. Sebagai gambaran, pendahulunya Galaxy A07 4G dibanderol sekitar Rp 2 jutaan. Dengan tambahan fitur 5G, layar 120 Hz, dan baterai 6.000 mAh, kemungkinan besar harga Galaxy A07 5G akan sedikit lebih tinggi.
Galaxy A07 5G cocok bagi pengguna yang menginginkan smartphone Samsung murah dengan daya tahan baterai lama, layar mulus, dan jaminan update software panjang. Namun, jika Anda membutuhkan pengisian daya cepat atau performa gaming berat, ponsel ini mungkin bukan pilihan terbaik di kelasnya.