CIREBON — Anggota DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar untuk mengevaluasi secara total tata kelola Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Menurutnya, berbagai kendala yang muncul selama proses Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) menjadi sinyal kuat bahwa sistem saat ini belum siap diterapkan secara masif.
Daddy menekankan bahwa evaluasi tidak boleh hanya menyentuh aspek teknis. Perencanaan dan kesiapan sistem harus diuji melalui simulasi yang dilakukan berkali-kali sebelum pelaksanaan resmi dimulai.
"Kalau perlu ada simulasi yang jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga pada saatnya pelaksanaan itu tidak seperti saat ini," katanya di Cirebon, Selasa (16/6/2026), dikutip Antara.
Ia menilai berbagai persoalan yang muncul dalam PCMB 2026 seharusnya bisa diantisipasi lebih awal. Simulasi yang matang, menurut Daddy, dapat mengidentifikasi potensi gangguan teknis maupun administratif sebelum sistem digunakan masyarakat luas.
Politisi itu menegaskan bahwa simulasi tidak cukup dilakukan satu kali. Setiap tahapan harus diikuti dengan evaluasi dan penyempurnaan agar sistem benar-benar siap ketika diterapkan.
"Setelah simulasi kita evaluasi untuk perbaikan. Simulasi perbaikan, evaluasi lagi untuk perbaikan," ujarnya.
Daddy juga menyoroti langkah tegas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terhadap jajaran Disdik Jabar. Menurutnya, sikap gubernur menunjukkan bahwa persoalan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Daddy berharap kondisi saat ini dijadikan bahan evaluasi untuk membangun sistem yang lebih baik ke depan. Ia secara khusus menunjuk Kepala Disdik Jabar Purwanto sebagai pihak yang bertanggung jawab atas perencanaan SPMB.
"Ini PR serius buat Pak Purwanto, Kepala Disdik Jabar, untuk ke depan jauh lebih terencana saya kira," ujarnya.