JAWA BARAT — PT Indomobil National Distributor (IND) memastikan strategi berbeda untuk pemasaran Leapmotor B10 di Indonesia. Alih-alih menawarkan beberapa pilihan trim seperti di Malaysia, pabrikan hanya akan memboyong varian dengan baterai terbesar untuk pasar lokal.
Keputusan ini didasari hasil studi yang dilakukan Leapmotor terhadap preferensi konsumen Tanah Air. Brand Head Leapmotor Indonesia, Samuel Christian Wowor, mengungkapkan bahwa faktor jarak tempuh menjadi pertimbangan utama pembeli.
"Berdasarkan studi yang kami lakukan, penentu yang jadi pertimbangan di pasar Indonesia adalah range (jarak tempuh). Sehingga pilihan varian dengan baterai terbesarlah yang kemudian kami pilih," jelas Samuel saat ditemui di Bandung, Kamis (18/06/2026).
SUV listrik ini menggendong baterai berkapasitas 67,2 kWh. Dengan sekali pengisian daya, Leapmotor B10 diklaim mampu menempuh jarak hingga 560 kilometer berdasarkan siklus WLTP.
CEO PT IND, Tan Kim Piauw, menyatakan bahwa harga jual resmi B10 akan dibuka selubungnya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada akhir Juli 2026. Saat ini, timnya masih melakukan finalisasi perhitungan, termasuk mempertimbangkan fluktuasi kurs.
“Saat ini masih ada beberapa perhitungan, termasuk di antaranya adalah dampak kurs yang terus kami diskusikan dengan prinsipal. Target kami harga B10 di bawah Rp 500 juta,” terang Tan Kim Piauw.
Dengan banderol yang ditargetkan tersebut, Leapmotor B10 akan bertarung di segmen C-Segment SUV BEV yang sudah dihuni sejumlah pemain besar. Berikut daftar harga kompetitor terdekatnya di Indonesia:
Leapmotor B10 akan menjadi pendatang baru yang menawarkan jarak tempuh kompetitif di kelasnya. Kepastian harga dan ketersediaan unit akan diketahui publik pada perhelatan GIIAS 2026 mendatang.