JAWA BARAT — Jasa Marga memastikan kesiapan ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi menghadapi lonjakan volume kendaraan pada libur sekolah akhir Juni ini. Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Agus Susilo mengatakan, pekerjaan preservasi dilakukan secara intensif agar kondisi perkerasan jalan tetap prima saat volume kendaraan meningkat.
"Preservasi ini intensif kami lakukan agar kondisi perkerasan jalan tol tetap prima untuk menjamin perjalanan aman, nyaman dan berkeselamatan," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6).
Pekerjaan preservasi di Tol Cipularang mencakup konstruksi perkerasan serta scrapping, filling dan overlay (SFO). Proses pengerjaan berlangsung mulai 21 Juni 2026 pukul 11.00 WIB hingga 27 Juni 2026 pukul 14.00 WIB. Sejumlah lajur di kedua ruas tol akan ditutup sementara selama pengerjaan berlangsung.
Di Tol Cipularang, perbaikan dilakukan di beberapa titik pada arah Bandung maupun Jakarta, termasuk di akses keluar Sadang. Sementara di Tol Padaleunyi, pekerjaan berlangsung di sejumlah akses masuk dan keluar, meliputi Buah Batu, Pasteur, Kopo, Padalarang, Pasir Koja, dan Toha. Jalur utama arah Cileunyi maupun Padalarang juga masuk dalam daftar titik pengerjaan.
Selama proses perbaikan, Jasa Marga menyiagakan petugas pengatur lalu lintas, pengamanan area kerja, dan rambu-rambu di lokasi untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. Perusahaan mengimbau pengendara untuk mengantisipasi waktu tempuh yang lebih panjang, memastikan kondisi kendaraan prima, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.
Agus juga menyarankan pengguna jalan untuk aktif memantau kondisi lalu lintas terkini dan merencanakan rute perjalanan melalui aplikasi Travoy. "Kami juga sangat menyarankan pengguna jalan untuk secara aktif memantau kondisi lalu lintas terkini dan merencanakan rute perjalanan melalui aplikasi Travoy," imbuhnya.
Pekerjaan preservasi ini menjadi prioritas Jasa Marga mengingat ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi merupakan jalur utama menuju kawasan wisata Bandung dan sekitarnya. Lonjakan kendaraan saat libur sekolah diperkirakan akan signifikan, sehingga kondisi jalan yang optimal menjadi kunci kelancaran arus lalu lintas.