Pencarian

10 Daerah di Jawa Barat Paling Rawan Banjir 2025, Karawang Catat 44 Kejadian dan Mulai Proyek Pengendali Banjir

Sabtu, 20 Juni 2026 • 15:41:01 WIB
10 Daerah di Jawa Barat Paling Rawan Banjir 2025, Karawang Catat 44 Kejadian dan Mulai Proyek Pengendali Banjir
Peta kerawanan banjir Jawa Barat 2025 menunjukkan Karawang sebagai wilayah dengan kejadian terbanyak.

BANDUNG — BPBD Jawa Barat merilis peta kerawanan banjir terbaru yang menunjukkan Karawang menjadi wilayah paling terdampak dengan 44 peristiwa banjir sepanjang 2025. Angka ini hampir dua kali lipat dari Kabupaten Bogor yang mencatat 31 kejadian. Ketiga, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bandung sama-sama mencatat 23 kejadian.

Mengapa Wilayah Kabupaten Lebih Rawan Dibanding Kota?

Data BPBD menunjukkan Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Bogor justru mencatat frekuensi banjir lebih rendah ketimbang kabupaten di sekitarnya. Perbedaan ini, menurut analisis BPBD, dipengaruhi oleh luas wilayah, kepadatan titik genangan, dan efektivitas drainase perkotaan.

Di daftar selanjutnya, Kota/Kabupaten Cirebon mencatat 17 kejadian, disusul Kabupaten Bekasi dengan 15 kejadian. Kabupaten Subang dan Ciamis masing-masing 14 kejadian, sementara Garut dan Cianjur menutup daftar dengan 12 peristiwa banjir.

Proyek Rp Miliaran di Karawang: Dua Pintu Air dan Rumah Pompa

Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, yang selama belasan tahun dikenal sebagai area 'banjir abadi', akhirnya mendapat proyek pengendali banjir komprehensif. Proyek ini mencakup pembangunan dua pintu air baru, rumah pompa, serta normalisasi saluran pembuang Cidawolong dan Kedunghurang.

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menegaskan proyek ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Pemkab Karawang, dan DPR RI. "Insyaallah tahun yang akan datang tidak akan banjir lagi. Ini adalah kolaborasi Kementerian PU, Pemkab, DPR untuk bisa menyelesaikan akar masalah banjir. Kalau artifisial saja, itu gak akan selesai masalah," jelas Saan pada (20/11/25) dikutip Kumparan.

Tiga Faktor Utama yang Memperparah Banjir di Jabar

BPBD mengidentifikasi tiga penyebab utama banjir di Jawa Barat. Pertama, tingginya intensitas curah hujan yang tidak diimbangi drainase memadai. Kedua, penyempitan daerah aliran sungai akibat sedimentasi dan bangunan liar. Ketiga, alih fungsi lahan yang masif di daerah hulu.

Dampak banjir tidak hanya soal genangan di rumah warga. Putusnya akses jalan utama melumpuhkan distribusi logistik, yang kemudian memicu lonjakan harga kebutuhan pokok di pasar. Kerugian ekonomi ini kerap dirasakan lebih lama ketimbang surutnya air.

Bagikan
Sumber: goodstats.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks