JAWA BARAT — Kebijakan terbaru yang disetujui pemerintah Hanoi tak lagi menerapkan larangan mendadak, melainkan pembatasan bertahap melalui zona emisi rendah. Mengutip laman Paultan, proyek ini dirancang untuk memberi waktu bagi masyarakat dan pelaku usaha beradaptasi tanpa menghentikan aktivitas transportasi secara paksa.
Fase pertama akan berlangsung singkat, yakni 1 Juli hingga 31 Desember 2026, dan hanya mencakup wilayah 1 dan 2 Kelurahan Hoan Kiem. Pada tahap ini, pembatasan sepeda motor bensin hanya berlaku di zona pejalan kaki sekitar Danau Hoan Kiem dan area pasar malam pada pukul 19.00 hingga tengah malam setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Pemerintah memberikan pengecualian untuk sepeda motor layanan transportasi dan pengiriman barang pada fase awal. Operator hanya akan didorong membatasi aktivitas, sementara layanan prioritas tetap bisa beroperasi normal.
Fase kedua yang berjalan sepanjang 2027 akan memperluas zona emisi rendah hingga mencakup wilayah Hoan Kiem dan Cua Nam. Perbedaan signifikan terjadi di periode ini: sepeda motor layanan transportasi daring dan kendaraan pengiriman berbahan bakar fosil resmi dilarang beroperasi di area tersebut.
Ketentuan ini langsung menyasar ribuan pengemudi ojek online dan kurir yang setiap hari melintasi pusat kota Hanoi.
Memasuki fase ketiga yang dimulai 2028 hingga akhir 2029, seluruh kawasan Jalan Lingkar 1 ditetapkan sebagai zona emisi rendah. Pada tahap inilah aturan paling ketat berlaku: motor bensin komersial tidak diperbolehkan masuk, dan motor pribadi yang tak memenuhi standar emisi Level 3 berdasarkan regulasi QCVN 99:2025/BNNMT juga dilarang melintas.
Pemilik motor impor sebelum 2008 dan moped produksi sebelum 2016 menjadi kelompok paling rentan. Pemerintah akan menjalankan kampanye sosialisasi khusus untuk mendorong mereka mengurangi penggunaan kendaraan tersebut sebagai bagian dari upaya menekan polusi udara di Hanoi.