Ibu Maddy Cusack Sesalkan Sulitnya Pemain Wanita Laporkan Masalah, Data Medis Sheffield United Raib

Penulis: Khoirul Anwar  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 04:59:01 WIB
Deborah Cusack menilai pemain wanita sulit melapor masalah di Sheffield United karena takut dicap pembuat masalah.

JAWA BARAT — Deborah Cusack, ibu Maddy, memberikan kesaksian di pengadilan koroner Chesterfield pada Kamis (28/11/2024). Ia menegaskan bahwa pemain wanita sangat kesulitan menyampaikan keluhan karena takut masuk daftar hitam dan dicap sebagai pembuat masalah. “Maddy merasa tidak bisa bicara dengan hierarki di Sheffield. Itu harus berubah,” ujarnya.

Data Medis Hilang Massal, Dokter Klub Akui Lalai

Sidang juga mengungkap fakta mengejutkan tentang hilangnya data medis pemain secara “industrial-scale”. Dokter klub saat itu, Subhashis Basu, mengakui telah gagal melaporkan kebocoran data yang melibatkan sistem pencatatan Kitman Labs dan WPS pada musim panas 2023. Catatan medis Maddy untuk periode kritis saat ia dicadangkan Morgan juga tidak dapat ditemukan.

Basu, yang kini menjabat sebagai direktur medis English Football League (EFL) dan dokter klub Rotherham United, mengaku tidak melaporkan insiden ini ke komisioner informasi atau klub hingga setelah kematian Maddy. Koroner menyatakan kekhawatiran bahwa data pemain lain masih belum terhitung.

“Pukulan Kecil” yang Meremukkan Mental Maddy

Deborah menggambarkan perubahan drastis putrinya setelah Morgan ditunjuk sebagai manajer pada Februari 2023. Ia bersikukuh Maddy tidak pernah memiliki masalah kesehatan mental sebelumnya. “Kau membuatnya merasa harus berhenti dari sepak bola. Ini bukan salahmu langsung, tapi kau yang merendahkannya dengan pukulan-pukulan kecil,” kata Deborah kepada Morgan di ruang sidang.

Salah satu insiden yang disebut adalah saat Morgan memanggil Maddy “bottom-heavy”. Morgan membela diri dengan mengatakan itu merujuk pada otot hasil latihan. Momen paling memalukan terjadi ketika Morgan memanggil kekasih Maddy, Grace Riglar, sebagai “Mrs Cusack” di depan seluruh tim. “Siapa kau ini memberi aturan, sementara kau sendiri menjalin hubungan dengan pemain?” tanya Deborah dengan nada geram.

PFA dan FA Dinilai Gagal Lindungi Pemain Wanita

Keluarga Cusack juga mengkritik Professional Footballers’ Association (PFA) dan Football Association (FA). Menurut Deborah, PFA tidak pernah memeriksa kondisi Maddy meskipun ia adalah anggota, dan tidak menindaklanjuti keluhan pemain lain di klub yang sama. “Mereka harus lebih sadar perbedaan antara sepak bola pria dan wanita,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa saluran integritas FA tidak efektif karena pemain wanita enggan menggunakannya. “Tidak ada gadis yang akan meneleponnya. Mereka takut dicap troublemaker.” Dua pekan sebelum meninggal pada 20 September 2023, Maddy sempat meminta rujukan konselor kepada Dr Basu, namun menurut Deborah, dokter tersebut menyarankan untuk menundanya. Basu membantah klaim ini dan mengatakan ia menawarkan bantuan dari Sporting Chance.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal membutuhkan bantuan, hubungi hotline pencegahan bunuh diri di nomor 112 (Indonesia) atau layanan konseling terdekat.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top