JAWA BARAT — Minisforum AtomMan G1 Pro mencoba mengisi celah pasar yang unik: PC gaming sekecil mungkin, tapi tetap bertenaga. Sayangnya, ambisi ini membuatnya terjebak di posisi kurang nyaman. Ia terlalu besar untuk disebut mini PC, tapi terlalu kecil dan mahal jika dibandingkan dengan PC desktop biasa. Setelah menjajalnya langsung, kami menemukan beberapa kejutan performa, plus sejumlah catatan kritis.
PC ini tersedia dalam dua varian. Pertama, versi barebones seharga USD 1.299 (sekitar Rp 21,4 juta) tanpa RAM, storage, dan sistem operasi. Kedua, varian full-build seharga USD 1.799 (sekitar Rp 29,7 juta) yang sudah dibekali RAM 32 GB DDR5-5200 (SO-DIMM), SSD 1 TB PCIe Gen 4x4, dan Windows 11 Pro. Keduanya mengandalkan prosesor AMD Ryzen 9 8945HX (16-core/32-thread) dan GPU Nvidia GeForce RTX 5060.
Di atas kertas, kombinasi CPU laptop kelas atas dan GPU desktop terdengar menjanjikan. Hasil benchmark pun cukup mengejutkan. Di Cinebench R24, G1 Pro mampu mengalahkan prosesor desktop AMD Ryzen 7 7800X3D yang ada di Lenovo Legion Tower 5 Gen 10. Skor PCMark 10-nya mencapai 9.066 poin, menegaskan PC ini sangat mumpuni untuk pekerjaan sehari-hari dan produktivitas berat.
Namun, performa gaming di pengaturan default justru mengecewakan. Dalam mode "Gaming Mode" bawaan, G1 Pro hanya setara dengan laptop RTX 5060 biasa seperti HP Omen 16 atau Lenovo LOQ 15. Bahkan, ia kalah telak dari pendahulunya, AtomMan G7 Ti (RTX 4070 mobile). Untungnya, masalah ini bisa diatasi dengan mengganti mode performa ke "Beast Mode".
Setelah beralih ke Beast Mode, performa melompat drastis. Skor 3DMark Time Spy naik 20%, 3DMark Steel Nomad naik 38%, dan frame rate Shadow of the Tomb Raider naik 26%. Lonjakan ini cukup untuk menyamai bahkan melampaui AtomMan G7 Ti dan Lenovo Legion 5i Gen 10. Kabar baiknya, mode ini tidak membuat kipas menjadi jauh lebih berisik dan sistem tetap stabil saat di-stress test.
Masalah utama G1 Pro bukanlah performa, melainkan harga dan pesaing. Dengan banderol nyaris Rp 30 juta untuk varian full-build, ia harus bersaing dengan laptop gaming sekelas Lenovo Legion 5i Gen 10 yang lebih portabel. Lebih parah lagi, di rentang harga yang sama, pengguna bisa mendapatkan PC desktop ukuran penuh dengan GPU RTX 5070 yang jauh lebih bertenaga, seperti Dell Tower Plus EBT2250 (USD 2.380) atau Lenovo Legion Tower 5 Gen 10 (USD 2.100).
Dari segi performa per dolar, G1 Pro kalah telak. Ia hanya masuk akal jika prioritas utama Anda adalah ukuran fisik yang paling kecil tanpa harus menggunakan laptop, dan Anda bersedia membayar mahal untuk kompromi tersebut.
Minisforum AtomMan G1 Pro adalah PC yang menarik di atas kertas, tetapi eksekusinya masih mentah. Setelah pengaturan dioptimalkan, ia bisa menjadi mesin gaming 1080p yang ganas dalam wadah ringkas. Namun, harganya yang premium dan keterbatasan upgrade membuatnya sulit direkomendasikan secara umum. Produk ini hanya cocok untuk segelintir pengguna yang benar-benar memprioritaskan ukuran di atas segalanya dan tidak keberatan mengotak-atik pengaturan performa sejak hari pertama.