Produksi Toyota Highlander EV 2027 Tertunda, Peluncuran Bisa Mundur ke Awal Tahun Depan

Penulis: Mardian Syah  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 16:25:01 WIB
Produksi Toyota Highlander EV 2027 mengalami penundaan minimal dua bulan.

JAWA BARAT — Toyota akhirnya angkat bicara soal nasib Highlander EV 2027 yang sempat diragukan kehadirannya. Melalui pernyataan resmi kepada Cars.com, juru bicara Toyota mengonfirmasi bahwa produksi model tersebut mengalami keterlambatan minimal dua bulan. Alasan yang diberikan cukup klasik namun krusial: "memberikan waktu untuk penyesuaian akhir sebelum peluncuran."

Padahal, Highlander listrik ini adalah tonggak penting bagi Toyota. Setelah bertahun-tahun dianggap lamban di era elektrifikasi, pabrikan asal Jepang itu mulai agresif dengan menghadirkan C-HR EV dan bZ Woodland yang lebih besar di 2026. Highlander generasi anyar ini menjadi bukti keseriusan mereka: mengubah nama besar SUV bensin ikonik itu menjadi kendaraan listrik murni untuk segmen tiga baris.

Dampak Penundaan ke Konsumen dan Dealer

Kabar baiknya, konsumen yang belum siap beralih ke listrik masih bisa membeli Highlander konvensional. Toyota mengonfirmasi bahwa produksi Highlander 2026—yang masih menawarkan mesin bensin dan hybrid—akan berjalan normal hingga Desember 2026. Stok model lama diperkirakan masih tersedia di diler sepanjang 2027.

Namun, bagi yang sudah menanti versi EV, jadwal pastinya masih abu-abu. "Kami tidak akan terkejut jika SUV listrik tiga baris ini baru sampai ke diler pada awal 2027," tulis laporan Car and Driver yang merilis berita ini. Artinya, konsumen paling optimistis harus bersabar setidaknya beberapa bulan lagi dari rencana awal.

Lexus TZ dan Subaru Getaway Ikut Terimbas?

Highlander EV bukan satu-satunya model yang terancam molor. Platform yang sama akan digunakan untuk Lexus TZ—varian mewah yang semula dijadwalkan meluncur akhir 2026—dan Subaru Getaway, SUV tiga baris listrik perdana Subaru.

Juru bicara Toyota mengaku belum bisa memberikan informasi lebih lanjut soal Lexus TZ. Sementara itu, tim Car and Driver telah menghubungi Subaru untuk menanyakan dampak penundaan Highlander terhadap jadwal Getaway. Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi.

Mengapa Penundaan Ini Penting untuk Pasar Indonesia?

Meski Highlander EV belum dikonfirmasi masuk Indonesia, pergeseran jadwal global seperti ini biasanya memengaruhi ketersediaan unit di pasar Asia Tenggara. Toyota Indonesia juga masih dalam fase transisi elektrifikasi, dengan bZ4X sebagai model listrik andalan mereka. Jika Highlander EV akhirnya meluncur di dalam negeri, kemungkinan baru akan terjadi pada 2028—setelah produksi global stabil.

Yang jelas, penundaan delapan minggu ini menunjukkan bahwa Toyota tidak mau gegabah. Mereka memilih merilis produk yang benar-benar matang ketimbang mengejar target kalender. Sebuah keputusan yang mungkin membuat konsumen kecewa, tapi lebih baik daripada mobil yang bermasalah sejak keluar dari pabrik.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top