CIREBON — Dari total 180 titik hydrant yang tersebar di wilayah Kota Cirebon, hanya 11 unit yang berfungsi normal. Sisanya, 169 titik, dilaporkan rusak dan tidak dapat diandalkan saat keadaan darurat kebakaran.
Kepala DPKP Kota Cirebon, Andi Riskiyanto, mengungkapkan bahwa seluruh hydrant tersebut dikelola oleh Perumda Air Minum Tirta Giri Nata. Pihaknya hanya sebagai pengguna, sementara kewenangan pemeliharaan berada di tangan PDAM setempat.
Tekanan Air Tidak Stabil Saat Kebakaran Besar
Selain banyak yang rusak, sejumlah hydrant juga kehilangan konektor akibat pencurian. Petugas pun kerap kesulitan saat harus bergerak cepat menangani kebakaran.
“Di Kota Cirebon ada sekitar 180 titik hydrant yang dikelola Perumda Air Minum Tirta Giri Nata. Namun yang berfungsi saat ini hanya 11 titik saja,” ujar Andi, Senin (11/5/2026).
Masalah lain yang dikeluhkan adalah tekanan air yang tidak menentu. Saat kebakaran terjadi, tekanan hydrant kerap menurun drastis karena bersamaan dengan tingginya konsumsi air masyarakat.
Pasokan Air Diambil dari Bandara Penggung
Dalam beberapa kejadian kebakaran besar, petugas bahkan harus mengambil pasokan air dari lokasi yang cukup jauh. Salah satunya saat kebakaran di TPA Kopiluhur, DPKP terpaksa menyedot air dari Bandara Penggung sebagai sumber terdekat yang masih bisa digunakan.
“Ketika terjadi kebakaran di TPA Kopiluhur misalnya, kami mengambil suplai air dari Bandara Penggung karena itu lokasi terdekat yang bisa digunakan,” kata Andi.
Harapan Perawatan Rutin dan Dua Hydrant per Ruas Jalan
DPKP menilai hydrant seharusnya mendapat perawatan rutin minimal satu kali dalam setahun, termasuk pengecekan tekanan air. Hal ini penting agar pasokan air tetap stabil saat digunakan untuk pemadaman.
Andi berharap ke depan setiap ruas jalan di Kota Cirebon setidaknya memiliki dua titik hydrant aktif. Dengan begitu, petugas tidak perlu mencari sumber air alternatif yang jauh saat kebakaran terjadi.
“Kami berharap setiap ruas jalan setidaknya memiliki dua hydrant aktif supaya petugas tidak kesulitan mendapatkan pasokan air saat terjadi kebakaran,” pungkasnya.
DPPK berencana segera berkoordinasi dengan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata untuk membahas perawatan dan optimalisasi hydrant di Kota Cirebon.