PANGANDARAN — Kekeringan mulai melanda kawasan persawahan di Kabupaten Pangandaran. Pasokan air irigasi dari Bendungan Manganti yang menjadi andalan petani kini kian terbatas imbas musim kemarau yang berkepanjangan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Yadi Gunawan, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus gagal panen. Namun, gejala kekurangan air sudah mulai tampak di lapangan.
“Belum ada laporan gagal panen. Tapi sudah ada sawah yang kondisinya retak-retak karena kekurangan air. Saat ini masih dalam kategori ringan,” ujar Yadi kepada wartawan di Parigi, Kamis (16/7/2026) siang.
Rekahan Tanah Mulai Muncul di Sawah
Gejala awal kekeringan berupa rekahan tanah sudah terlihat di beberapa titik. Area persawahan di sejumlah kecamatan mulai kehilangan kelembaban akibat pasokan air yang tidak mencukupi untuk masa tanam.
Menurut Yadi, jika musim kemarau berlangsung lebih lama, kondisi ini bisa memburuk. Pihaknya mengimbau para petani untuk waspada dan mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Otoritas Pertanian Imbau Petani Waspada
Dinas Pertanian setempat terus memantau perkembangan situasi. Imbauan telah disampaikan kepada kelompok tani agar tidak memaksakan tanam jika ketersediaan air tidak mencukupi.
“Kami minta petani bijak mengatur jadwal tanam. Jangan sampai menanam di lahan yang sudah pasti kekurangan air,” tambah Yadi.
Langkah antisipasi lain yang disiapkan adalah optimalisasi pompa air dan sumber air alternatif di sekitar lokasi persawahan. Namun, efektivitasnya sangat tergantung pada durasi musim kemarau ke depan.