BEKASI — Polres Metro Bekasi Kota mengamankan seorang pria berinisial MR (19) yang tega menghabisi nyawa balita berusia dua tahun di kawasan Jatiasih. Korban, yang masih berusia dini, mengalami luka tusuk di sekujur tubuhnya. Berdasarkan hasil visum, terdapat 32 luka tusukan pada tubuh korban.
Awal Mula: Tangisan Balita Picu Amarah Pemuda
Peristiwa berdarah itu terjadi saat pelaku sedang asyik bermain gim daring Mobile Legends di rumahnya. Korban yang berada di rumah sebelah menangis keras. Suara tangisan itu membuat konsentrasi MR terganggu hingga ia kalah dalam pertandingan gim tersebut.
Dalam kondisi emosi, MR mendatangi rumah korban. Ia kemudian mengambil pisau dan menikam balita tersebut berulang kali. Orang tua korban yang berada di lokasi sempat berusaha melindungi anaknya, namun pelaku sudah bertindak di luar kendali.
Polisi Bergerak Cepat, Pelaku Tak Berkutik
Tim Resmob Polres Metro Bekasi Kota bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga. Pelaku berhasil ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian. Dari tangan MR, polisi menyita pisau yang digunakan untuk menikam korban dan pakaian yang dikenakan saat kejadian.
Kapolres Metro Bekasi Kota membenarkan penangkapan tersebut. "Pelaku kami amankan di rumahnya tanpa perlawanan. Motif sementara karena pelaku kesal korban menangis saat ia bermain game," ujar Kapolres dalam keterangannya.
Ancaman Hukuman: Pasal Berlapis untuk Pelaku
Polisi menjerat MR dengan Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak juncto Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Metro Bekasi Kota.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi orang tua untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar. Warga setempat mengaku syok karena pelaku dikenal sebagai pemuda yang pendiam dan tidak pernah menunjukkan perilaku agresif sebelumnya.
Apa Langkah Polisi Selanjutnya?
Polres Metro Bekasi Kota masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain di balik aksi brutal tersebut. Pemeriksaan psikologis terhadap pelaku juga akan dilakukan untuk mengetahui kondisi kejiwaannya. Jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk proses autopsi lebih lanjut.