Pencarian

Lapas Majalengka Jalin Kemitraan dengan Pusat Oleh-Oleh, Produk Warga Binaan Tembus Pasar Ritel

Rabu, 24 Juni 2026 • 16:13:01 WIB
Lapas Majalengka Jalin Kemitraan dengan Pusat Oleh-Oleh, Produk Warga Binaan Tembus Pasar Ritel
Lapas Majalengka gandeng Majalengka Mart dan OMA pasarkan produk warga binaan ke pasar ritel.

MAJALENGKA — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Majalengka kembali mengambil langkah baru dalam pembinaan warga binaan. Kali ini, mereka menggandeng Majalengka Mart dan OMA (Oleh Oleh Majalengka) untuk memasarkan produk hasil karya warga binaan secara massal.

Kerja sama ini merupakan bagian dari Program Aksi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang fokus pada pengembangan keterampilan dan pemasaran produk warga binaan melalui jalur koperasi dan UMKM.

Kualitas Produk Diakui Setara Produk Lokal

Pihak manajemen Majalengka Mart menyambut baik kemitraan ini. Mereka menilai produk yang dihasilkan warga binaan Lapas Majalengka memiliki standar tinggi dan layak konsumsi.

"Kualitasnya setara dan mampu bersaing dengan produk-produk lokal lainnya di pasaran," ujar manajemen Majalengka Mart dalam pernyataan yang diterima redaksi, baru-baru ini.

Kalapas: Bukan Sekadar Keterampilan Teknis

Kalapas Kelas IIB Majalengka Rian Firmansyah mengatakan bahwa kemitraan ini menghubungkan proses pembinaan langsung dengan pasar riil. Menurutnya, pembinaan tidak berhenti di dalam lingkungan lapas.

"Melalui kemitraan ini, proses pembinaan tidak hanya berhenti di dalam lingkungan pembinaan saja, namun dihubungkan langsung dengan pasar riil yang nyata," jelas Rian.

Ia menambahkan, program ini menjadi modal berharga bagi warga binaan. Pengalaman memproduksi barang yang masuk ke pasar ritel diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan jiwa kewirausahaan.

Bekal Kemandirian Setelah Bebas

Lapas Majalengka berkomitmen menjamin program pembinaan kemandirian berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Tujuannya, kreativitas dan keterampilan warga binaan tidak terhenti hanya di dalam blok hunian.

"Dengan bekal tersebut, saat nanti mereka bebas dan kembali ke tengah masyarakat, mereka siap menjadi individu yang mandiri, produktif, dan memiliki kemampuan ekonomi yang kuat," pungkas Rian.

Produk yang dipasarkan mencakup kerajinan dan hasil kreativitas warga binaan. Kemitraan ini menjadi salah satu upaya memperluas akses pasar bagi produk-produk tersebut.

Bagikan
Sumber: terasjabar.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks