KOTA BEKASI — Rencana ini bukan sekadar imbauan. Dinas Pendidikan Kota Bekasi akan menyediakan fasilitas tempat sampah terpilah di setiap sekolah sebagai langkah konkret menyukseskan program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Chondro Wibhowo, menegaskan bahwa kebiasaan memilah harus dimulai dari lingkungan pendidikan.
Chondro menyebut, kontribusi sampah dari sekolah tidak bisa dianggap remeh. Jumlah murid dan sekolah yang banyak dipastikan berbanding lurus dengan volume sampah yang dihasilkan setiap harinya.
Edukasi Pemilahan Sampah Dimulai dari Bangku Sekolah
Menurut Chondro, gerakan ini dirancang agar siswa tidak hanya memilah sampah di lingkungan sekolah. Kebiasaan tersebut diharapkan terbawa hingga ke rumah masing-masing, sehingga dampaknya meluas ke masyarakat.
"Kami sudah mendorong sekolah-sekolah untuk mulai melakukan pemilahan sampah. Mudah-mudahan nanti mulai dari sekolah sampai ke rumahnya, mereka bisa mengedukasi rumahnya dan lingkungan sekitar," katanya, Minggu (30/8).
Pemilahan Sampah Berpotensi Masuk Kurikulum Muatan Lokal
Ke depan, Dinas Pendidikan Kota Bekasi tidak menutup kemungkinan menjadikan pemilahan sampah sebagai materi pembelajaran di sekolah. Langkah ini dinilai penting agar siswa memahami esensi dan tata cara memilah sampah sejak dini.
"Itu dimungkinkan kita menjadikan pemilahan sampah menjadi salah satu yang diajarkan di sekolah, kita berproses. Ini hal sederhana, hanya melakukan pemilahan tapi dampaknya luar biasa," ujar Chondro.
Program ini sejalan dengan target Pemerintah Kota Bekasi untuk mengoptimalkan PSEL sebagai solusi pengelolaan sampah perkotaan. Dengan disiplin pemilahan dari sumbernya, diharapkan pasokan sampah ke fasilitas pengolahan menjadi lebih efisien dan bernilai guna.