Pencarian

DPD PDI Perjuangan Jabar Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Ono Surono Ingatkan Kader Jaga Api Perjuangan

Selasa, 11 Agustus 2026 • 18:53:01 WIB
DPD PDI Perjuangan Jabar Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Ono Surono Ingatkan Kader Jaga Api Perjuangan
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono memimpin ziarah rombongan pengurus partai ke makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur.

BANDUNG — Rombongan pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Barat yang dipimpin Ketua DPD Ono Surono dan Sekretaris Chaerul Rizky Mantini menggelar ziarah ke makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur. Kegiatan ini diikuti Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari, Sekretaris Fraksi Tom Maskun, serta sejumlah anggota fraksi lainnya.

Di kompleks makam sang proklamator, rombongan memanjatkan doa dan merenungkan kembali gagasan Trisakti yang pernah dirumuskan Bung Karno. Ono menilai kunjungan ini jauh dari sekadar agenda seremonial tahunan partai.

Politik Bukan Sekadar Perebutan Kekuasaan

Ono menegaskan bahwa ziarah ke Blitar menjadi momentum refleksi bagi setiap kader untuk kembali mengingat arah perjuangan politik partai. Menurutnya, politik yang diwariskan Bung Karno adalah alat untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial, bukan sekadar instrumen untuk merebut kekuasaan.

"Ziarah ke makam Bung Karno ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan belum selesai. Nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno harus terus kita hidupkan dalam kerja nyata, terutama keberpihakan kepada rakyat," ujar Ono di sela kegiatan.

Trisakti Masih Relevan untuk Jawab Persoalan Bangsa

Dalam sambutannya, Ono mengingatkan bahwa gagasan Trisakti—berdaulat secara politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan—tetap relevan di tengah tantangan bangsa saat ini. Ia menyebut persoalan ketimpangan sosial, ketahanan pangan, hingga kedaulatan sumber daya alam membutuhkan keberpihakan politik yang jelas dari para kader.

"Semangat Trisakti harus terus kita perjuangkan. Indonesia harus berdaulat, tidak boleh kehilangan kemandirian ekonomi, dan jangan sampai kehilangan jati diri serta kepribadian sebagai bangsa," katanya.

Kader Diminta Turun ke Masyarakat, Bukan Sekadar Hadir Saat Momentum Politik

Ono secara khusus mengingatkan soal semangat Marhaenisme yang menempatkan rakyat sebagai subjek perjuangan. Ia meminta seluruh kader partai untuk konsisten berada di tengah masyarakat dan memperjuangkan kebutuhan rakyat, bukan hanya tampil ketika momentum politik tertentu datang.

"Kalau kita bicara Bung Karno, maka kita bicara tentang keberpihakan kepada rakyat kecil, kepada kaum Marhaen. Karena itu kader partai harus turun, harus mendengar dan harus bekerja bersama rakyat," tegas Ono.

Ia menambahkan, semangat gotong royong juga harus terus diperkuat sebagai karakter utama perjuangan politik. Kekuatan partai, menurutnya, justru lahir dari kedekatan dengan masyarakat dan kerja bersama menyelesaikan persoalan yang ada di lapangan.

Api Perjuangan Bung Karno Harus Menyala dari Generasi ke Generasi

Di akhir arahannya, Ono berharap ziarah ini memperkuat soliditas internal partai sekaligus menjadi ruang refleksi agar setiap kader kembali mengingat tujuan besar perjuangan, yakni mewujudkan cita-cita Proklamasi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Jangan hanya kita kenang Bung Karno, tetapi kita harus meneruskan perjuangannya. Api perjuangan itu harus terus menyala dari generasi ke generasi. PDI Perjuangan harus tetap menjadi partai yang bersama rakyat, memperjuangkan rakyat dan bekerja untuk rakyat," pungkasnya.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kapol.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks