KUNINGAN — Kepulan asap hitam pekat masih terlihat membumbung tinggi dari kawasan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Rabu (12/8/2026). Api yang membakar gunungan sampah sejak dini hari itu belum berhasil dipadamkan sepenuhnya meski petugas gabungan telah dikerahkan berjam-jam.
Solihin, salah satu petugas pemadam kebakaran (damkar) yang ditemui di lokasi, mengatakan informasi pertama diterima sekitar pukul 05.00 WIB. "Tadi dapat informasi pas subuh jam 5 an," tuturnya kepada awak media di tengah kesibukan memadamkan api.
Api Masih Mengepul di Gunungan Sampah
Hingga berita ini diturunkan, api masih terlihat mengepul hebat di sejumlah titik tumpukan sampah. Proses pemadaman berjalan alot karena titik api menyebar di antara material sampah yang padat dan terus mengeluarkan asap tebal.
Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepolisian, dan TNI diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah. Mereka secara bergantian menyemprotkan air ke titik-titik api yang muncul di permukaan gunungan sampah.
Ambulans Disiagakan Antisipasi Gangguan Pernapasan
Pihak BPBD juga menyiagakan satu unit ambulans di sekitar lokasi kejadian. Langkah antisipasi ini diambil untuk berjaga-jaga apabila ada warga maupun petugas yang mengalami sesak napas akibat menghirup asap kebakaran yang cukup pekat.
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun warga yang dievakuasi akibat peristiwa ini. Penyebab pasti kebakaran juga masih dalam penyelidikan petugas di lapangan.
Kebakaran di tempat pembuangan sampah akhir kerap terjadi pada musim kemarau. Gas metana yang dihasilkan dari pembusukan sampah berpotensi memicu api ketika suhu udara panas dan kering.
Masyarakat yang tinggal di sekitar TPSA Ciniru diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor apabila merasakan dampak gangguan kesehatan akibat asap kebakaran.