JAWA BARAT — Bigetron Academy membuktikan status juara bertahan mereka di MDL ID S14 dengan comeback dramatis. Tim Robot Merah bangkit dari ketertinggalan 0-2 dan menutup laga dengan kemenangan 2-3 atas Dewa United Heka dalam pertandingan Progressive Round yang berlangsung sengit.
Perubahan Roster Bigetron yang Mengubah Arah Laga
Dua game awal berjalan mulus bagi Dewa United Heka. Kombinasi Shanee, Gwinskie, Restlessss, Vlosee, dan Reitsuu tampil agresif dan mampu mengontrol tempo permainan. Anak Dewa menutup game pertama dengan kemenangan, lalu menggandakan keunggulan di game kedua setelah kembali mengendalikan jalannya pertandingan.
Memasuki game ketiga, Bigetron Academy mengambil keputusan berani dengan mengganti pemain di posisi jungler dan EXP Laner. Rotasi ini terbukti efektif — gaya bermain Bigetron berubah total dan membuat Dewa United Heka kesulitan beradaptasi. Momentum perlahan berpindah ke sisi Robot Merah.
Strategi Pick-off Gagal di Game Penentu
Setelah memangkas ketertinggalan menjadi 2-1, Bigetron Academy tampil semakin percaya diri di game keempat. Tekanan beruntun membuat Dewa United Heka kembali kehilangan game dan memaksa laga berlanjut ke game kelima yang menjadi penentu.
Di game terakhir, Dewa United Heka mencoba pendekatan berbeda dengan mengandalkan komposisi hero pick-off. Namun Bigetron Academy membaca strategi tersebut dengan baik. Mereka memilih skema teamfight terukur alih-alih memberi ruang bagi lawan untuk memisahkan target satu per satu. Laga berakhir sekitar 12 menit dengan kemenangan Bigetron Academy.
Jadwal Berikutnya dan Pelajaran untuk Anak Dewa
Kekalahan ini menempatkan Dewa United Heka di posisi bawah klasemen sementara Progressive Round. Namun perjalanan mereka di MDL ID S14 belum berakhir. Anak Dewa dijadwalkan menghadapi tim lain yang juga kalah di laga pembuka — kesempatan untuk memperbaiki posisi dan mengamankan kemenangan pertama.
Kegagalan mempertahankan keunggulan 2-0 menjadi catatan penting bagi tim asuhan Coach Yudhistira. Kemampuan membaca perubahan strategi lawan di tengah pertandingan akan menjadi faktor krusial, terutama dengan format Progressive Round yang menuntut konsistensi di setiap game.