Anggota DPRD Jawa Barat Ika Siti Rahmatika mendorong pembenahan pendataan kelompok ternak di Desa Luragungtonggoh, Kabupaten Kuningan. Hal ini menyusul temuan masih adanya kelompok ternak yang belum tercatat optimal dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN). Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat akses peternak terhadap berbagai program bantuan pemerintah.
KUNINGAN — Anggota DPRD Jawa Barat Ika Siti Rahmatika menemukan sejumlah kelompok ternak di Desa Luragungtonggoh, Kabupaten Kuningan, yang belum memahami mekanisme pendataan maupun belum tercatat secara optimal dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN). Temuan ini didapat saat dirinya melakukan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di desa tersebut, Sabtu (22/2).
Ika menegaskan persoalan pendataan ini perlu segera dibenahi karena berkaitan langsung dengan peluang kelompok ternak memperoleh program pemerintah. "Jangan sampai kelompok yang memiliki potensi justru kesulitan mengakses bantuan hanya karena data kelembagaannya belum lengkap atau belum tervalidasi," ujarnya.
Faktor Penyebab Data Kelompok Ternak Belum Optimal
Menurut Ika, kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Ia menyebut keterbatasan literasi digital, sosialisasi yang belum merata, serta kelengkapan administrasi kelembagaan kelompok ternak menjadi penyebab utama.
Padahal, data kelompok yang belum tercatat atau tervalidasi dapat menjadi kendala ketika peternak mengajukan program bantuan pemerintah. Mulai dari bantuan bibit ternak, pakan, hingga sarana pendukung peternakan lainnya.
Peran Penyuluh dan Potensi Desa Luragungtonggoh
Ika menilai peran penyuluh sangat penting untuk mendampingi kelompok ternak. Pendampingan itu mencakup pembaruan data sampai memastikan administrasinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pembenahan administrasi ini dinilai penting mengingat Desa Luragungtonggoh memiliki potensi pertanian dan peternakan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain persoalan pendataan, ia juga menemukan pengelolaan sektor pertanian di desa tersebut masih menghadapi tantangan, terutama dalam pengolahan pascapanen dan pemasaran komoditas.
Dorongan Rantai Ekonomi dari Produksi hingga Pemasaran
Politisi tersebut menekankan pengembangan pertanian tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Menurutnya, sektor ini perlu diarahkan menjadi satu rantai ekonomi yang mencakup produksi, pengolahan, hingga pemasaran.
"Petani jangan hanya didorong meningkatkan produksi, tetapi juga harus mendapatkan nilai tambah dari hasil yang mereka usahakan," kata Ika.
Pihaknya pun mendorong pemerintah setempat memperkuat pendampingan teknologi, menyediakan dukungan alat dan mesin pertanian, serta membuka kemitraan pemasaran bagi petani dan peternak di wilayah tersebut.