Pencarian

Festival Merah Putih ke-11 di Bogor Sukses Dongkrak Ekonomi Kota, Wali Kota Dedie Rachim Soroti Regenerasi

Senin, 31 Agustus 2026 • 09:32:01 WIB
Festival Merah Putih ke-11 di Bogor Sukses Dongkrak Ekonomi Kota, Wali Kota Dedie Rachim Soroti Regenerasi
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memberikan sambutan pada puncak acara Festival Merah Putih ke-11 di Lanud Atang Sendjaja, Minggu (30/8/2026).

BOGORKota Bogor menutup rangkaian Festival Merah Putih (FMP) ke-11 tahun 2026 dengan puncak acara teatrikal perjuangan Jenderal Besar Sudirman di Shelter Skadron 6, Lanud Atang Sendjaja, Minggu (30/8/2026). Penutupan ini mengakhiri perayaan yang berlangsung selama satu bulan penuh dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim yang baru kembali dari kunjungan kerja ke sejumlah daerah menilai perayaan kemerdekaan di Kota Bogor tahun ini memiliki keunggulan dibanding wilayah lain. Pemasangan bendera Merah Putih yang masif hampir di setiap sudut kota menjadi pemandangan yang tidak ditemuinya di daerah lain.

Kirab Merah Putih Raksasa Jadi Gaya Baru Perayaan 17 Agustus

Salah satu daya tarik utama FMP 2026 adalah kirab Merah Putih raksasa. Menurut Dedie Rachim, kegiatan ini mulai ditiru oleh sejumlah daerah lain setelah sukses digelar di Bogor.

“Keguyuban yang ada di Kota Bogor berbeda dengan wilayah lain, karena lahir dari kebersamaan yang tulus dari lubuk hati,” ujar Dedie Rachim dalam sambutannya, Minggu (30/8/2026).

Ia menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari dorongan Bogor Sahabat, para inohong, serta berbagai pihak yang berkontribusi. Para alumni komandan yang pernah bertugas di Kota Bogor juga dinilai berperan menjaga silaturahmi dan kebersamaan lintas generasi.

Wali Kota Apresiasi Kerja Keras Panitia Selama Sebulan

Dedie Rachim memberikan apresiasi khusus kepada panitia atas persiapan panjang yang dilakukan. Ia menilai rangkaian kegiatan dan atraksi yang ditampilkan selama FMP berjalan hampir sempurna.

“Apresiasi dan terima kasih untuk kerja keras panitia selama satu bulan serta persiapan yang cukup lama. Persiapan yang dilakukan mampu menampilkan ragam kegiatan dan atraksi yang bisa dibilang sempurna,” kata Dedie Rachim.

Mengapa Regenerasi Anak Muda Menjadi Pekerjaan Rumah?

Di balik kesuksesan penyelenggaraan, Wali Kota menyoroti persoalan keberlanjutan. Menurutnya, pondasi kebersamaan yang telah diletakkan para senior harus diteruskan kepada generasi muda.

Ia berharap lebih banyak anak muda dilibatkan dalam pelaksanaan FMP sejak awal, bukan hanya saat puncak acara. Hal ini sejalan dengan motto Kota Bogor, Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga, yang berarti bekerja untuk masa depan sambil menghormati warisan masa lalu.

“Orang Kota Bogor harus bisa membuat regenerasi atau kader dari anak muda untuk mau terlibat. Ini tugas berat kita yang nantinya akan diteruskan generasi muda,” tegasnya.

Pesan ini menjadi penutup sekaligus arah pengembangan FMP pada tahun-tahun mendatang. Dengan melibatkan generasi muda sejak perencanaan, festival yang telah memasuki tahun ke-11 ini diharapkan terus menjadi ikon perayaan kemerdekaan di Kota Bogor.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bogor-today.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks