Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon, Jawa Barat, menargetkan setoran pendapatan asli daerah Rp403 juta pada 2026, naik dari realisasi Rp304 juta tahun sebelumnya. Untuk mengejar target itu, perusahaan daerah ini mendata ulang kios, mengevaluasi kontrak kerja sama, dan memetakan sumber pendapatan baru dari aset di 11 pasar yang dikelola. Pendataan dilakukan agar potensi pendapatan dari aktivitas perdagangan tergambar lebih akurat.
CIREBON — Direktur Utama Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon Iyan Rahadian Sunardi menyatakan pendataan menyeluruh diperlukan agar perusahaan memiliki gambaran riil soal potensi pendapatan dari 11 pasar yang berada di bawah pengelolaannya.
"Kami harus punya data yang akurat. Kios yang aktif, kios yang tidak aktif, data perizinan, semuanya harus jelas," kata Iyan di Kota Cirebon, Rabu.
Data itu nantinya menjadi dasar menghitung potensi pendapatan sekaligus menyusun langkah pengelolaan pasar secara lebih terukur.
Setoran PAD 2025 Baru Rp304 Juta dari Target Rp337 Juta
Perumda Pasar Berintan merealisasikan setoran PAD Rp304 juta pada 2025 dari target Rp337 juta. Pada 2026, target setoran naik menjadi Rp403 juta.
Iyan mengakui angka tersebut belum mencerminkan potensi pendapatan dari aktivitas perdagangan dan aset yang tersedia di seluruh pasar.
"Tugas kita semua, termasuk kepala pasar dan seluruh bidang, adalah bagaimana potensi besar tersebut bisa benar-benar dioptimalkan," ujarnya.
Kontrak Kerja Sama Dievaluasi dari Sisi Hukum
Manajemen menginventarisasi kontrak kerja sama yang telah berakhir maupun yang segera habis masa berlakunya. Kajian dilakukan dari sisi hukum untuk menilai apakah ada perjanjian yang merugikan perusahaan.
"Kalau ada kontrak yang dinilai merugikan Perumda, tentu akan kami evaluasi dan perbaiki," kata Iyan.
Langkah ini menjadi bagian dari pembenahan internal yang berjalan bersamaan dengan pendataan kios.
Reklame hingga Parkir Jadi Sumber Pendapatan Baru
Selain retribusi harian, Perumda memetakan sumber pendapatan lain melalui pemanfaatan aset, sewa ruang, kerja sama dengan investor, reklame, parkir, dan pengelolaan fasilitas pasar.
Sejumlah ruang dan titik kosong di badan pasar mulai dimanfaatkan, termasuk untuk reklame. Langkah tersebut telah menghasilkan tambahan pemasukan dalam sebulan terakhir.
"Untuk reklame dan beberapa titik yang kosong di badan pasar, selama satu bulan ini kami genjot. Sudah mulai ada pemasukan," tutur Iyan.
Praktik Tawar-Menawar Tarif Retribusi Jadi Kendala
Optimalisasi retribusi masih menghadapi persoalan berupa praktik tawar-menawar tarif di lapangan yang dapat memengaruhi penerimaan perusahaan.
Manajemen menyiapkan penataan mekanisme penarikan retribusi agar penerimaan dapat dihitung dan dikelola secara lebih tertib. Penataan itu tetap mempertimbangkan kondisi pedagang.
Perumda Pasar Berintan mengelola 11 pasar di Kota Cirebon. Penerimaan dari sektor ini berkontribusi langsung terhadap pendapatan asli daerah kota.