Pencarian

UM Bandung Kenalkan Soundbook Kakawihan Sunda di TKIT Al-Fatwa Kota Bandung

Selasa, 05 Mei 2026 • 11:49:41 WIB
UM Bandung Kenalkan Soundbook Kakawihan Sunda di TKIT Al-Fatwa Kota Bandung
Tim peneliti UM Bandung memperkenalkan soundbook interaktif Kakawihan Sunda di TKIT Al-Fatwa Kota Bandung.

BANDUNG — Tim peneliti dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UM Bandung melaksanakan diseminasi hibah penelitian RisetMu 2025-2026 di TKIT Al-Fatwa, Jalan PLN Cigereleng, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Senin (04/05/2026). Kedatangan tim disambut langsung Kepala Sekolah TKIT Al-Fatwa, Wiwi Widianti.

Penelitian bertajuk “Pengembangan Interactive Soundbook Kakawihan Barudak Sunda Sebagai Media Pembelajaran Anak Usia Dini” ini diketuai Lilis Lismarina MPd. Ia dibantu tiga mahasiswa, yakni Syifa Lailya Wigaswanda, Nabila Julianti R, dan Dinda Hanifah dalam mengembangkan produk tersebut.

Menghidupkan Lagu Tradisional Lewat Fitur Interaktif

Interactive soundbook ini dirancang sebagai buku anak inovatif yang menggabungkan elemen visual dan audio. Selain fitur suara, buku tersebut dilengkapi komponen interaktif seperti mekanisme tarik-ulur, dorong, dan geser untuk melatih motorik anak.

Terdapat lima lagu kakawihan barudak atau nyanyian anak-anak Sunda yang dimuat dalam media ini. Kelimanya adalah Jaleuleu Ja, Kacang Panjang, Eundeuk-Eundeukan, Sur Sér, dan Endog-endogan. Setiap lagu dilengkapi ilustrasi gerakan permainan tradisional (kaulinan barudak) yang relevan.

Visualisasi yang menarik bertujuan memudahkan anak memahami konteks budaya di balik setiap nyanyian. Penggabungan teknologi audio dan buku fisik ini menjadi strategi baru dalam menjaga kearifan lokal agar tidak tergerus zaman.

Siswa Antusias Berebut Memainkan Fitur Soundbook

Antusiasme tinggi terlihat saat para siswa TKIT Al-Fatwa mencoba langsung perangkat tersebut. Anak-anak tampak berebut ingin memainkan fitur interaktif dan mendengarkan suara yang keluar dari buku secara berulang kali.

“Mereka sangat tertarik dan tidak sabar sampai rebutan ingin memainkan soundbook. Mereka tidak bosan mendengarkan lagu meski beberapa kali diputar dan digerakkan fitur geraknya,” ujar anggota tim peneliti, Nabila, saat merekam reaksi spontan para siswa.

Guru kelas TKIT Al-Fatwa, Eni, menilai kehadiran soundbook sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran seni budaya saat ini. Ia mengaku terbantu karena sedang mendalami materi serupa untuk diajarkan kepada peserta didik.

“Ih, bagus banget, neng, bukunya. Kebetulan saya juga sedang mengikuti pelatihan kakawihan barudak untuk diajarkan kepada anak-anak. Hadirnya buku ini menambah referensi saya untuk belajar kakawihan,” tutur Eni.

Implementasi Etnopedagogi dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Ketua tim peneliti Lilis Lismarina menjelaskan bahwa riset ini merupakan wujud nyata pengimplementasian etnopedagogi di lingkungan sekolah. Strategi ini mengintegrasikan adat istiadat, nilai-nilai, seni, dan kearifan lokal ke dalam proses pendidikan formal.

“Penelitian ini dilakukan sebagai upaya pengimplementasian etnopedagogi di lingkungan sekolah PAUD, sekaligus melestarikan budaya Sunda, khususnya kakawihan barudak, supaya tetap lestari,” jelas Lilis.

Pendekatan berbasis budaya diklaim membuat proses belajar jadi lebih relevan dan bermakna bagi anak. Melalui diseminasi ini, tim peneliti berharap interactive soundbook hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa ini menjadi jembatan pewarisan budaya Sunda kepada generasi penerus.

Bagikan
Sumber: muhammadiyah-jabar.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks