BANDUNG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung melakukan percepatan penanganan material longsor di Desa Sukamulya. Langkah ini diambil guna memulihkan akses transportasi warga yang sempat lumpuh total sejak Senin sore.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudin, menjelaskan bahwa petugas di lapangan fokus pada pembersihan material tanah yang menutup badan jalan. Selain pengerahan alat berat, pihaknya juga melakukan asesmen mendalam terhadap warga yang terdampak langsung di lokasi kejadian.
“Kami telah melakukan berbagai upaya, di antaranya berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa setempat, alat berat dikerahkan untuk penanganan material longsoran, serta melaksanakan asesmen ke warga terdampak,” ujar Wahyudin di Bandung, Selasa.
Dampak Kerusakan: 10 Rumah Rusak dan 15 KK Terdampak
Longsor yang terjadi pada Senin (4/5/2024) sekitar pukul 14.15 WIB ini dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang. Material tanah tidak hanya menutup jalan, tetapi juga menerjang permukiman warga di dua dusun yang mencakup lima wilayah rukun warga (RW).
Data sementara mencatat sedikitnya 10 rumah mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, dua unit rumah mengalami kerusakan cukup parah sehingga penghuninya harus direlokasi sementara ke tempat yang lebih aman.
BPBD mengonfirmasi sebanyak 15 kepala keluarga (KK) atau sekitar 30 hingga 40 jiwa terdampak oleh bencana ini. Di saat bersamaan, wilayah bagian bawah sempat terendam banjir setinggi 10 sentimeter, meski genangan tersebut surut dalam waktu dua jam.
Kondisi Terkini Jalur Penghubung Bandung-Bandung Barat
Jalur Kutawaringin yang menjadi urat nadi penghubung antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat kini mulai bisa dilalui. Petugas berhasil membersihkan material di lima titik longsoran, meskipun akses kendaraan masih diberlakukan secara terbatas.
Kepala Desa Sukamulya, Dadang Sulaeman, menyebutkan bahwa pembersihan sudah dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Menurutnya, volume material tanah yang sangat besar di beberapa titik menjadi tantangan utama bagi petugas dan warga di lapangan.
“Tadi mulai dibersihkan sejak jam 08.00. Materialnya masih banyak dan ada beberapa titik longsor, satu yang besar dan sisanya lebih kecil,” kata Dadang.
Estimasi Pembersihan Material Membutuhkan Waktu Tiga Hari
Meski kendaraan roda empat sudah bisa melintas di dua titik longsor kecil, Dadang menekankan bahwa penanganan lanjutan tetap diperlukan. Hal ini untuk memastikan sisa-sisa material tanah yang licin tidak membahayakan pengguna jalan yang melintas.
“Yang kecil sudah dibersihkan dan mobil sudah bisa lewat, tapi materialnya masih harus dirapikan. Mungkin butuh dua sampai tiga hari untuk benar-benar bersih,” ucapnya.
Hingga Selasa sore, personel BPBD bersama warga setempat masih berjaga dan melanjutkan proses pembersihan. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun warga diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat cuaca ekstrem yang masih membayangi wilayah Bandung.