SUMEDANG — Warga di lima dusun di Desa Kertamukti, Kecamatan Tanjungmedar, dibuat resah oleh serangan hewan liar yang diduga anjing pemburu. Dalam dua pekan terakhir, lebih dari 10 ekor domba mati setelah dimangsa langsung di dalam kandang. Hewan liar itu disebut tidak membawa kabur ternak, melainkan melukai bagian leher dan dada domba hingga tewas di tempat.
Lima Dusun Terdampak, Delapan Kandang Jadi Sasaran
Serangan terjadi di sejumlah titik di Desa Kertamukti. Warga mencatat sedikitnya delapan kandang ternak menjadi sasaran hewan liar tersebut. Lokasi terdampak meliputi Dusun Cipedes, Dusun Cilutung, Dusun Cirendang, Dusun Sangkup, dan Dusun Sindangjaya.
“Sudah banyak hewan ternak warga yang jadi korban. Kejadiannya terjadi di beberapa dusun berbeda,” kata Asep Sopian Bukhori Muslim, warga setempat, Selasa (12/5/2026).
Hewan Liar Beraksi Setiap Malam Sejak Akhir April
Menurut keterangan warga, serangan berlangsung hampir setiap malam sejak akhir April 2026. Domba yang menjadi korban tidak dibawa kabur, melainkan dimangsa di lokasi kandang. Bagian tubuh yang paling banyak mengalami luka parah berada di area leher dan dada.
Warga menduga hewan liar tersebut merupakan anjing pemburu yang kini tidak lagi terurus. Hingga saat ini, belum ada langkah konkret dari pihak berwenang untuk mengatasi serangan yang terus berulang itu.
Kerugian Ekonomi Mulai Dirasakan Peternak
Serangan ini langsung berdampak pada penghidupan warga yang mayoritas beternak domba sebagai sumber pendapatan utama. Belum ada angka pasti kerugian yang dihimpun, namun warga mengaku khawatir serangan akan terus berlanjut jika tidak segera ditangani. Mereka berharap ada bantuan dari pemerintah desa maupun instansi terkait untuk mengamankan kandang dan menangani hewan liar tersebut.