JAWA BARAT — Insiden bermula sekitar pukul 09.00 WIB, atau empat jam setelah kapal bertolak dari Pelabuhan Cigading, Cilegon, menuju Pelabuhan Panjang, Lampung. Gangguan pada Main Engine (ME) membuat kapal berisi 179 penumpang pria itu oleng tanpa tenaga di tengah Selat Sunda. Puluhan kendaraan logistik yang diangkut—terdiri dari 11 truk golongan V B, 54 truk golongan VI B, dan 28 truk golongan VII B—turut tertahan di atas kapal.
Proses Evakuasi: KN GOLOK Dikerahkan dalam Hitungan Jam
Tim Patroli Airud Polda Banten langsung merespons laporan gangguan mesin tersebut. Kapal negara KN GOLOK-P.206 diterjunkan ke lokasi untuk melakukan operasi penyelamatan. “Setelah menerima informasi itu, KN GOLOK-P.206 langsung menjalankan operasi SAR dan evakuasi penumpang sebagai bentuk keselamatan pelayaran,” kata Kasubdit Patroli Airud Polda Banten, Kompol Lis Handaya, dalam keterangannya yang dikutip Kamis sore.
Proses evakuasi berlangsung bertahap. Seluruh penumpang dipindahkan dari KM Mutiara Persada III ke kapal patroli. Belum ada laporan korban jiwa atau luka-luka dalam insiden ini. Kondisi kapal dan muatan truk masih berada di lokasi kejadian hingga proses evakuasi rampung.
Kronologi: Empat Jam Pelayaran Sebelum Mesin Mati
KM Mutiara Persada III berangkat dari Pelabuhan Cigading pada pukul 04.15 WIB. Pelayaran sempat berjalan normal selama hampir lima jam sebelum akhirnya mesin utama kapal mati total. Lokasi tepat gangguan berada di perairan Tanggamus, Lampung Selatan—titik yang cukup jauh dari dermaga bongkar muat di Pelabuhan Panjang.
Data yang dihimpun menunjukkan kapal membawa muatan logistik dalam jumlah besar. Total puluhan truk dengan berbagai golongan itu mengindikasikan rute Cigading-Panjang merupakan jalur distribusi barang utama antara Jawa dan Sumatera. Gangguan teknis pada kapal jenis ini berpotensi menimbulkan keterlambatan rantai pasok, meski operator kapal belum merilis pernyataan resmi mengenai dampak pengiriman.
Apa Langkah Selanjutnya?
Polda Banten masih melakukan pendataan terhadap seluruh penumpang yang telah dievakuasi. Kapal KM Mutiara Persada III saat ini dalam proses penanganan teknis untuk mengetahui penyebab pasti kerusakan mesin. Belum ada kepastian kapan kapal dapat kembali beroperasi atau apakah muatan truk akan dialihkan ke kapal lain.
Insiden mati mesin di Selat Sunda bukan kali pertama terjadi. Selat sempit yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatera ini kerap menjadi lokasi gangguan teknis kapal akibat arus dan cuaca. Namun, evakuasi terhadap 179 penumpang dalam satu peristiwa tergolong besar dan membutuhkan koordinasi cepat antara otoritas pelabuhan, kepolisian, dan Badan SAR.