KUNINGAN — Sikap irit bicara yang ditunjukkan Adian Napitupulu saat dicecar awak media usai pertemuan tertutup justru memperkuat tafsir publik bahwa kunjungannya bukan sekadar agenda rutin. Politisi yang dikenal vokal di tingkat nasional itu hanya melontarkan kalimat singkat, “Kang Ono saja ya, Kang Ono saja wawancaranya, makasih ya,” sebelum meninggalkan lokasi.
Pernyataan singkat itu kontras dengan posisi Adian sebagai Wasekjen Bidang Komunikasi yang biasanya terbuka dalam memberikan keterangan. Di tengah dinamika politik nasional yang masih panas pasca Pemilu 2024, keheningan dari elite partai banteng ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah konsolidasi politik PDIP di Jawa Barat.
Bukan soal Elektoral, Tapi Penguatan hingga ke RW
Ono Surono membantah keras spekulasi tersebut. Ia menjelaskan, kehadiran Adian merupakan bagian dari penguatan struktur partai yang tengah dikebut oleh PDIP Jawa Barat. Targetnya, pembentukan struktur mulai dari PAC, ranting, hingga anak ranting harus rampung pada akhir Mei 2026.
“Sehingga kaitan bagaimana PDIP mampu membangun gerakan-gerakan sosial, dengan kadernya membantu rakyat yang membutuhkan,” ujar Ono kepada wartawan setelah pertemuan.
Menurut Ono, setelah struktur partai selesai dibentuk, fokus selanjutnya adalah menyongsong agenda Bulan Bung Karno. Momen tersebut akan digunakan sebagai momentum penguatan ideologis dan kerja kerakyatan, bukan sekadar persiapan menghadapi kontestasi elektoral.
Kader Harus Turun ke Lapangan Advokasi Warga
Ono menekankan bahwa tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini menuntut kader partai tidak hanya hadir saat momentum politik. Mereka harus aktif melakukan advokasi di lapangan untuk persoalan-persoalan konkret yang dihadapi warga.
Ia mencontohkan beberapa persoalan yang harus menjadi perhatian kader, seperti BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan, perubahan basis data warga miskin dari DTKS menjadi sistem desil, hingga banyaknya ijazah siswa yang masih tertahan di sekolah swasta.
“Makanya kader harus melakukan advokasi, bagaimana musyawarah desa dilakukan untuk merubah data-data tersebut. Termasuk soal pendidikan, masih banyak ijazah yang ditahan di sekolah-sekolah swasta. Itu kerja-kerja yang harus dilakukan struktur partai,” tandas Ono.
Strategi Membangun Kembali Kepercayaan Publik
Pernyataan Ono tersebut sekaligus memperlihatkan arah politik PDIP yang mulai menekankan kembali kerja-kerja sosial sebagai strategi utama. Di tengah menurunnya kepercayaan publik terhadap partai politik, konsolidasi berbasis advokasi rakyat tampaknya menjadi jalur yang ingin diperkuat PDIP hingga level RW.
Ono memastikan seluruh pengurus partai, dari tingkat kabupaten hingga lingkungan terkecil, harus benar-benar hadir dan bekerja di tengah rakyat. Bukan sekadar menjadi struktur administratif yang baru aktif menjelang pemilu.