Pencarian

Banjir Terparah Rendam 150 Rumah di Perumahan Villa Kencana Karawang, Warga Segel Kantor Pemasaran Developer

Senin, 25 Mei 2026 • 11:53:40 WIB
Banjir Terparah Rendam 150 Rumah di Perumahan Villa Kencana Karawang, Warga Segel Kantor Pemasaran Developer
Banjir setinggi satu meter rendam 150 rumah di Perumahan Villa Kencana, Karawang.

KARAWANG — Banjir yang merendam Perumahan Villa Kencana, Karawang, pada Minggu (24/5/2026) bukan peristiwa dadakan. Ketua RT 02 RW 04, Banda Subanda, mengatakan kompleks perumahan itu kerap kebanjiran setiap kali hujan deras turun. Namun, banjir kali ini disebut paling parah karena kombinasi curah hujan tinggi dan kiriman air dari hulu Sungai Cipondoh.

Penyebab Banjir: Tanggul Jebol dan Saluran Tersumbat

Banda menjelaskan, aliran Sungai Cipondoh menuju hilir mengalami penyempitan, sehingga air tidak bisa mengalir normal dan meluap ke permukiman. Kondisi itu diperparah dengan jebolnya tanggul di sekitar perumahan. "Air masuk semakin besar karena tanggul jebol. Banjir hari ini mencapai sekitar satu meter," ujarnya kepada wartawan.

Akibatnya, selain rumah warga, banyak kendaraan bermotor mogok terendam air. Barang-barang rumah tangga seperti kasur dan perabotan lainnya ikut rusak. Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat. "Bahkan terdapat dua keluarga yang sementara mengungsi di rumahnya," tambah Banda.

Warga Sudah Tiga Kali Audiensi, Tak Kunjung Direalisasi

Pengurus RT 04 RW 02, Robi, mengungkapkan bahwa persoalan banjir di Villa Kencana sudah berulang kali dikeluhkan. Warga dan pengurus lingkungan setempat sudah tiga kali menggelar audiensi dengan pihak pengembang dan pemerintah desa. Dalam pertemuan itu, warga meminta pelebaran saluran sungai untuk mengantisipasi banjir.

"Tetapi sampai sekarang belum ada realisasi. Pergantian manajemen pemasaran yang sering terjadi juga membuat persoalan ini belum terselesaikan," kata Robi. Ia menambahkan, karena banjir kali ini paling parah, warga spontan mendatangi kantor pemasaran pengembang untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, saat tiba di lokasi, tidak ada pimpinan manajemen yang hadir.

Aksi Segel Kantor Pemasaran dan Rencana Demo Lanjutan

Ketiadaan perwakilan pengembang membuat emosi warga memuncak. "Kami melakukan penyegelan. Rencananya besok akan ada aksi lanjutan," tegas Robi. Tindakan ini menjadi puncak kekesalan warga yang merasa diabaikan meski sudah berkali-kali menyampaikan keluhan.

Salah seorang warga, Rulli, mengaku mulai kelelahan menghadapi banjir yang terus berulang tanpa solusi jelas. Meski tidak ada barang elektronik yang rusak karena sempat dievakuasi lebih awal, kondisi banjir tetap mengganggu aktivitas dan kenyamanan keluarganya. "Kami berharap ada solusi nyata dari pihak pengembang maupun pemerintah agar banjir ini tidak terus terjadi," harapnya.

Desakan Tanggung Jawab Developer Perumahan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengembang Perumahan Villa Kencana terkait banjir dan penyegelan kantor pemasaran. Warga mendesak agar pengembang segera melakukan pembenahan saluran air dan memperbaiki tanggul yang jebol. Mereka juga meminta pemerintah desa dan Pemkab Karawang turun tangan untuk memediasi dan memastikan ada tindak lanjut nyata.

Banjir di Karawang kerap terjadi saat musim hujan, terutama di kawasan permukiman yang berada di dekat aliran sungai. Namun, peristiwa di Villa Kencana ini menyoroti lemahnya tanggung jawab pengembang dalam mengelola drainase lingkungan perumahan yang mereka bangun.

Bagikan
Sumber: radarkarawang.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks