BANDUNG — Warga Kota Bandung, terutama yang beraktivitas di Kecamatan Sukasari, perlu mewaspadai perubahan cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya lonjakan kelembapan yang drastis pada sore hingga dini hari, yang bisa mengganggu aktivitas luar ruangan.
Mengapa Kelembapan Naik Drastis di Sore Hari?
Pada pukul 12.00 WIB, suhu masih terasa hangat di angka 27°C dengan kondisi berawan. Namun, memasuki pukul 15.00, kelembapan udara melonjak dari 63 persen menjadi 79 persen. Kondisi ini menandakan akumulasi uap air yang siap memicu presipitasi. BMKG memprakirakan hujan ringan akan mulai turun pada sore hari, terutama di area Sukasari dan sekitarnya.
Suhu 19°C dan Kabut Lokal di Dini Hari
Transisi menuju malam justru membawa suhu yang lebih dingin. Pada pukul 18.00, suhu turun menjadi 23°C dengan kelembapan mencapai 91 persen. Udara terasa sangat lembap dan berat, ciri khas daerah dataran tinggi seperti Bandung. Puncaknya, pada pukul 03.00 dini hari, suhu menyentuh titik terendah di 19°C. Kelembapan yang mencapai 96 persen membuat udara sangat jenuh, sehingga potensi kabut lokal perlu diantisipasi, khususnya di wilayah yang lebih tinggi.
Kapan Waktu Terbaik untuk Beraktivitas?
Bagi masyarakat umum, kondisi cuaca paling ideal untuk beraktivitas luar ruangan justru terjadi pada pagi hingga menjelang siang hari. Setelah itu, fase peralihan menuju sore hari patut diwaspadai. Memasuki pukul 21.00, cuaca berubah menjadi 'Cerah Berawan' dengan suhu 21°C, memberikan waktu yang nyaman untuk menikmati suasana malam Kota Bandung, meski kelembapan tetap tinggi di angka 93 persen.
Pola Cuaca Berulang: Hujan Ringan Sore Hari
Pola cuaca hari ini diprakirakan akan berulang pada keesokan harinya. Pada pukul 15.00 besok, potensi hujan ringan kembali muncul. BMKG mengimbau para pekerja lapangan dan warga yang sensitif terhadap perubahan cuaca untuk selalu membawa perlengkapan hujan dan memantau informasi cuaca terkini sebelum bepergian.