Pencarian

Job Fair di Jawa Barat Tak Selalu Cari Karyawan, HRD Ungkap Ada Perusahaan Hanya Kumpulkan CV demi KPI

Minggu, 14 Juni 2026 • 19:20:31 WIB
Job Fair di Jawa Barat Tak Selalu Cari Karyawan, HRD Ungkap Ada Perusahaan Hanya Kumpulkan CV demi KPI
Job fair di Jawa Barat juga dimanfaatkan perusahaan untuk membangun database pelamar.

BANDUNG — Di tengah antusiasme pencari kerja yang memadati berbagai bursa kerja atau job fair di Jawa Barat, seorang HRD di salah satu perusahaan Kota Bandung mengungkap fakta di balik layar. Menurutnya, partisipasi perusahaan dalam kegiatan tersebut tidak selalu berarti kebutuhan rekrutmen dalam jumlah besar.

“Kalau dilihat dari luar memang terkesan semua perusahaan yang ikut job fair sedang membuka banyak lowongan. Padahal kenyataannya tidak selalu seperti itu. Ada perusahaan yang memang sedang mencari karyawan, tetapi ada juga yang ikut karena bagian dari KPI atau program perusahaan,” ujarnya kepada Jabarekspres, Minggu (14/6/2026).

Perusahaan Hanya Bangun Database Pelamar

Praktisi yang enggan disebutkan namanya itu menjelaskan, dalam sejumlah kasus perusahaan hanya memiliki kebutuhan tenaga kerja yang terbatas—mungkin hanya satu atau dua posisi. Meski begitu, mereka tetap menerima tumpukan curriculum vitae (CV) dari peserta job fair.

“Kadang posisi yang benar-benar dibutuhkan hanya satu atau dua orang. Tetapi perusahaan tetap menerima banyak CV. Tujuannya untuk membangun database kandidat sehingga saat ada kebutuhan mendadak, perusahaan sudah memiliki referensi pelamar yang bisa dihubungi kembali,” katanya.

Strategi ini, lanjut dia, lazim diterapkan sebagai cara efisien untuk memiliki kumpulan talenta potensial tanpa harus membuka rekrutmen darurat yang memakan biaya besar.

Job Fair Jadi Ajang Branding Perusahaan

Alasan lain yang mendorong perusahaan mengikuti job fair adalah memperkuat citra perusahaan di mata publik. Kehadiran di bursa kerja dinilai mampu meningkatkan eksposur, khususnya di kalangan generasi muda yang baru memasuki dunia kerja.

“Selain rekrutmen, ada juga tujuan branding. Perusahaan ingin dikenal lebih luas oleh calon pekerja. Jadi tidak melulu soal mencari karyawan saat itu juga,” ujar HRD tersebut.

Fenomena ini menunjukkan bahwa job fair bukan sekadar ajang rekrutmen massal, melainkan juga panggung promosi bagi perusahaan untuk menarik minat calon tenaga kerja di masa depan.

Bukan Berarti Lowongan Fiktif, Pencari Kerja Perlu Sabar

Meski demikian, narasumber menegaskan bahwa tidak semua lowongan yang ditawarkan di job fair bersifat fiktif. Banyak perusahaan tetap memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mencari kandidat sesuai kebutuhan operasional yang sedang berjalan.

Hanya saja, para pencari kerja perlu memahami bahwa proses rekrutmen tidak selalu berujung pada penerimaan dalam waktu singkat. Seleksi administrasi, tes kompetensi, hingga wawancara tetap menjadi tahapan yang harus dilalui oleh setiap pelamar.

Praktisi itu mengimbau agar peserta job fair tetap kritis dan proaktif menanyakan status lamaran mereka, serta tidak bergantung sepenuhnya pada satu bursa kerja untuk mendapatkan pekerjaan.

Bagikan
Sumber: jabarekspres.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks