JAWA BARAT — Perseteruan hukum antara kubu Elon Musk dan OpenAI kembali berakhir dengan kekalahan. Kali ini, gugatan yang diajukan xAI ke pengadilan federal AS resmi diputus dengan dismissal with prejudice alias ditolak permanen. Artinya, xAI tidak punya kesempatan lagi untuk mengajukan ulang gugatan serupa ke pengadilan yang sama.
Kronologi Kasus: Dari Tuduhan Karyawan Hingga ke Meja Hakim
Kasus ini bermula pada September 2025, saat xAI menuduh OpenAI mencuri rahasia dagang. Tuduhan itu muncul sebulan setelah xAI menggugat langsung salah satu mantan karyawannya sendiri atas kasus serupa. xAI menduga ada koordinasi antara OpenAI dan mantan karyawan tersebut untuk membocorkan informasi internal perusahaan.
Namun, Hakim Rita F. Lin menilai xAI tidak bisa membangun hubungan hukum yang cukup antara OpenAI dengan dugaan penyalahgunaan data oleh mantan staf xAI. Dalam putusan pertamanya pada Februari 2026, hakim memberikan kesempatan kepada xAI untuk memperbaiki gugatan. xAI pun mengajukan amandemen, tetapi hasilnya tetap sama: hakim kembali menolak dengan alasan bukti tidak mencukupi.
Bukan Kali Pertama Musk vs OpenAI di Meja Hijau
Ini bukan pertarungan hukum pertama antara Elon Musk dan OpenAI. Awal tahun ini, Musk menggugat OpenAI dengan tuduhan melanggar kontrak pendirian perusahaan yang menyebut misi OpenAI adalah mengembangkan AI untuk kemanusiaan dan berstatus nirlaba. Namun, kasus itu pun kandas setelah juri memutuskan bahwa batas waktu hukum (statute of limitations) sudah lewat.
Musk sendiri adalah salah satu pendiri awal OpenAI sebelum akhirnya keluar dan mendirikan xAI sebagai pesaing langsung. Sejak itu, hubungan keduanya terus memanas, baik di ranah publik maupun pengadilan.
Dampak Putusan: xAI Kalah, OpenAI Bebas dari Tuduhan
Dengan putusan ini, OpenAI dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan pencurian rahasia dagang yang dilayangkan xAI. Bagi OpenAI, ini menjadi kemenangan hukum kedua dalam waktu singkat setelah sebelumnya berhasil memenangkan gugatan terkait status nirlaba. Sementara bagi xAI dan Elon Musk, kekalahan ini menambah daftar panjang kegagalan litigasi melawan OpenAI.
Putusan dismissal with prejudice juga berarti xAI tidak bisa lagi mengajukan gugatan serupa ke pengadilan federal. Opsi yang tersisa hanyalah mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi, meskipun kemungkinan keberhasilannya dinilai tipis oleh sejumlah pengamat hukum.
Persaingan antara xAI dan OpenAI kini kembali ke ranah produk dan teknologi. Keduanya terus mengembangkan model AI generatif masing-masing — Grok dari xAI dan GPT dari OpenAI — yang sama-sama bersaing di pasar chatbot dan asisten AI global.