BANDUNG — Kebiasaan membayar menggunakan aplikasi digital semakin mengakar di kalangan warga Jawa Barat. Di sebuah warung makan di Bandung, Jumat (19/6/2026), terlihat warga memindai kode batang untuk menyelesaikan pembayaran. Momen ini menjadi gambaran nyata dari data yang dirilis Bank Indonesia.
Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital secara nasional mencapai 5,22 miliar transaksi pada Mei 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 28,14 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Kebiasaan Baru di Warung Makan Bandung
Pemandangan warga memindai kode batang di warung makan di Bandung bukan lagi hal asing. Para pedagang dan pembeli sama-sama terbantu dengan hadirnya sistem pembayaran non-tunai. Transaksi yang tadinya membutuhkan uang pas kini cukup dengan ponsel.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di pusat perbelanjaan modern, tetapi juga merambah ke sektor usaha mikro dan kecil. Warung-warung pinggir jalan di berbagai kota di Jawa Barat mulai beralih ke sistem pembayaran digital.
BI Catat Lonjakan Transaksi Digital Nasional
Volume 5,22 miliar transaksi pada Mei 2026 menjadi rekor baru bagi sistem pembayaran digital Indonesia. Pertumbuhan 28,14 persen secara tahunan menunjukkan percepatan adopsi teknologi keuangan di tengah masyarakat. Bank Indonesia terus mendorong perluasan ekosistem pembayaran digital di seluruh daerah.
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya jumlah pengguna aplikasi pembayaran dan perluasan merchant. Masyarakat semakin dimudahkan dengan berbagai promo dan kemudahan akses yang ditawarkan oleh penyedia jasa pembayaran.
Dampak bagi UMKM di Jawa Barat
Para pelaku UMKM di Jawa Barat menjadi salah satu pihak yang merasakan dampak positif. Dengan adanya opsi pembayaran digital, mereka tidak perlu lagi repot menyediakan uang kembalian. Pembeli pun lebih leluasa karena tidak harus membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Meski demikian, masih ada tantangan yang perlu diatasi. Tidak semua wilayah di Jawa Barat memiliki infrastruktur internet yang memadai. Bank Indonesia bersama pemerintah daerah terus berupaya memperluas jangkauan sinyal agar transaksi digital bisa berjalan lancar hingga ke pelosok.