Pencarian

Kisah Nurhidayat Haji Haris: Dari Kapten Timnas U-19 Juara AFF hingga Dicoret Shin Tae-yong

Senin, 22 Juni 2026 • 08:33:31 WIB
Kisah Nurhidayat Haji Haris: Dari Kapten Timnas U-19 Juara AFF hingga Dicoret Shin Tae-yong
Nurhidayat Haji Haris saat memimpin Timnas U-23 meraih juara Piala AFF 2019.

JAWA BARAT — Nurhidayat Haji Haris. Nama yang mungkin mulai pudar di ingatan publik sepak bola Indonesia. Namun, perjalanan kariernya menyimpan cerita unik: dari puncak prestasi sebagai kapten tim juara, hingga terlempar dari skuad Garuda karena masalah disiplin.

Puncak Karier di AFF U-23 2019 dan Panggilan STY

Lahir di Makassar pada 5 April 1999, Nurhidayat memulai langkahnya di PON Sulawesi Selatan 2015. Bakatnya kemudian membawanya ke Bhayangkara FC dan PSM Makassar, klub yang ia bela dalam dua periode berbeda. Konsistensinya di level klub membuatnya dipanggil ke berbagai kelompok umur Timnas Indonesia, dari U-19, U-22, hingga tim senior.

Prestasi puncaknya terjadi pada 2019. Ia memimpin Timnas Indonesia U-23 sebagai kapten dan sukses mengalahkan Thailand di partai final Piala AFF U-23. Momentum itu membuat Shin Tae-yong meliriknya untuk bergabung dalam pemusatan latihan (TC) Timnas senior di Dubai, persiapan menuju Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Satu Keterlambatan yang Mengubah Segalanya

Namun, kesempatan emas itu buyar dalam sekejap. Selama TC di Dubai, Nurhidayat ketahuan datang terlambat latihan. Shin Tae-yong, pelatih yang dikenal tanpa kompromi soal disiplin, langsung mengambil tindakan tegas. Ia memulangkan Nurhidayat ke Indonesia tanpa memberinya satu pun menit bermain di laga resmi.

Keputusan itu berdampak permanen. Hingga hari ini, Nurhidayat Haji Haris tak pernah lagi dipanggil membela Timnas Indonesia di level mana pun. Insiden di Dubai seolah menjadi cap yang menutup pintu karier internasionalnya.

Pasang Surut Karier Klub dan Kehidupan Pribadi

Sepanjang karier klubnya, Nurhidayat dikenal sebagai pemain dengan mobilitas tinggi. Ia tercatat pulang-pergi di Bhayangkara FC dalam tiga periode berbeda, serta dua periode di PSM Makassar. Petualangannya bahkan sempat membawanya ke kompetisi Filipina, Malaysia Super League, dan Championship.

Di luar lapangan, namanya juga sempat menjadi sorotan karena kehidupan asmaranya. Pernikahannya dengan seorang selebgram dikabarkan tak bertahan lama akibat isu pihak ketiga, menambah daftar kontroversi yang menyertai perjalanan kariernya.

Kabar Terbaru Sang Eks Kapten

Kini, pertanyaan besarnya adalah ke mana arah karier Nurhidayat selanjutnya? Setelah insiden di Dubai, ia seperti menghilang dari radar sepak bola nasional. Tak ada panggilan timnas, dan pergerakannya di level klub pun tak lagi seheboh dulu. Ia menjadi pengingat bahwa di sepak bola profesional, bakat saja tak cukup—disiplin adalah harga mati yang tak bisa ditawar, terutama di bawah asuhan pelatih sekaliber Shin Tae-yong.

Bagikan
Sumber: viva.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks