PANDEGLANG — Warga tampak antusias mengikuti lomba memasak bubur yang menjadi puncak acara Festival Bubur Suro di Desa Wisata Bandung, Banjar, Pandeglang, Banten, Kamis (25/6/2026). Festival tahunan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pentas seni budaya, lomba pakaian adat, hingga kompetisi memasak bubur suro yang dilanjutkan dengan kirab keliling desa.
Ajang Mempererat Kebersamaan Warga
Kegiatan ini bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga upaya mempererat kebersamaan warga. Antusiasme terlihat dari partisipasi lintas usia yang turun langsung meramaikan setiap rangkaian acara.
Pantauan di lokasi, lomba memasak bubur suro menjadi daya tarik utama. Setiap kelompok warga berlomba menyajikan bubur terbaik mereka dengan resep turun-temurun yang kaya rempah.
Rangkaian Acara: Dari Lomba Pakaian Adat hingga Kirab
Selain lomba memasak, festival ini juga menampilkan pentas seni budaya lokal. Warga yang mengenakan pakaian adat Sunda dan Banten berpartisipasi dalam lomba busana tradisional, menambah semarak suasana.
Puncak acara ditandai dengan kirab budaya yang diikuti oleh puluhan peserta. Mereka berjalan mengelilingi kawasan desa wisata sambil membawa gunungan hasil bumi dan bubur suro yang telah dimasak bersama.
Suasana Meriah di Desa Wisata Bandung
Desa Wisata Bandung, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Banjar, Pandeglang, menjadi lokasi yang tepat untuk menyelenggarakan festival ini. Kehadiran warga dan pengunjung dari luar daerah turut menggerakkan perekonomian lokal, terutama para pedagang kuliner dan kerajinan tangan.
Festival Bubur Suro tahun ini diharapkan terus lestari sebagai tradisi yang memperkuat identitas budaya dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Pandeglang.