BOGOR — Penemuan jenazah seorang pria di kawasan pemukiman padat penduduk di Ciseeng, Kabupaten Bogor, sontak menghebohkan warga sekitar pada Senin lalu. Korban yang diketahui berusia 42 tahun itu ditemukan dalam kondisi yang tidak wajar, memicu dugaan awal adanya tindak kekerasan.
Awal Mula: Warga Curiga dengan Rumah Tertutup Rapat
Kecurigaan warga muncul setelah rumah korban terlihat tertutup rapat selama lebih dari satu hari, tidak seperti biasanya. Beberapa tetangga yang mencoba mengetuk pintu tidak mendapat respons, hingga akhirnya memutuskan untuk melapor ke perangkat desa setempat.
Petugas yang tiba di lokasi bersama aparat kepolisian kemudian memaksa masuk dan menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dalam rumah. Tidak ada tanda-tanda pembobolan pada pintu atau jendela.
Proses Penyelidikan: Polisi Temukan Petunjuk Awal
Kapolsek Ciseeng, AKP Supriyanto, membenarkan penemuan jenazah tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, tim identifikasi menemukan sejumlah barang bukti yang mengarah pada dugaan keterlibatan pihak lain.
"Kami menemukan beberapa barang bukti yang mengindikasikan adanya orang ketiga di lokasi sebelum kejadian. Dari hasil penyelidikan sementara, motif sementara diduga kuat terkait masalah asmara," ujar Supriyanto dalam keterangan pers di Mapolsek Ciseeng, Selasa (18/3/2025).
Barang Bukti dan Keterangan Saksi
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi, termasuk pakaian, ponsel milik korban, serta beberapa benda yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut. Selain itu, penyidik telah memeriksa lima orang saksi yang merupakan tetangga dan kerabat dekat korban.
Dari keterangan sejumlah saksi, korban diketahui beberapa kali terlibat cekcok dengan seseorang yang diduga memiliki hubungan spesial dengannya. Namun, polisi belum bersedia merinci lebih jauh identitas orang tersebut.
Apa Langkah Polisi Selanjutnya?
Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian. Proses penyelidikan masih terus berlangsung, dan polisi sudah mengantongi nama terduga pelaku.
"Kami imbau masyarakat untuk tidak berspekulasi. Biarkan penyidik bekerja secara profesional. Jika ada yang memiliki informasi, silakan laporkan ke kantor polisi terdekat," tambah Supriyanto.