Pencarian

BRIN dan Nusa Putra University Turun ke Pesisir Sukabumi, Riset Garam Sehat dengan Teknologi Tenaga Surya Dimulai

Sabtu, 04 Juli 2026 • 20:57:32 WIB
BRIN dan Nusa Putra University Turun ke Pesisir Sukabumi, Riset Garam Sehat dengan Teknologi Tenaga Surya Dimulai
Tim BRIN dan Nusa Putra University melakukan survei teknologi pengolahan garam tenaga surya di pesisir Sukabumi.

SUKABUMI — Tim gabungan BRIN dan Nusa Putra University menginjakan kaki di pesisir selatan Sukabumi, tepatnya di Kecamatan Tegalbuleud, awal Juli lalu. Mereka mengidentifikasi titik strategis untuk penerapan teknologi pengolahan garam berbasis tenaga surya yang disebut Solar Still. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi yang digelar secara daring pada 30 Juni 2026.

Teknologi Surya untuk Garam Lebih Higienis

Solar Still bekerja dengan menguapkan air laut menggunakan panas matahari, lalu mengembunkannya kembali menjadi garam murni. Proses ini dinilai mampu menghasilkan garam yang lebih bersih dan sehat dibandingkan metode tradisional yang sering terkontaminasi debu atau pasir.

“Pengembangan teknologi Solar Still merupakan salah satu bentuk inovasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di wilayah pesisir,” ujar Periset BRIN, Dr. Ir. Dasep Hasbullah, S.P., M.Si., IPM. Ia menambahkan bahwa riset ini tidak hanya berorientasi pada hasil penelitian, tetapi juga dampak nyata bagi masyarakat.

Potensi Ekonomi Baru bagi Nelayan dan Petambak Garam

Pesisir selatan Sukabumi selama ini dikenal memiliki potensi sumber daya laut yang besar, namun pengolahan garam masih dilakukan secara konvensional. Teknologi ini diyakini bisa membuka peluang ekonomi baru melalui industri garam berbasis teknologi tepat guna.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) memberikan dukungan penuh. Adi Gumbara, S.Pi., M.Si., bersama Irvan Avianto, S.Pi., M.Si., selaku Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, menilai inovasi ini sejalan dengan visi daerah dalam membangun ekosistem riset yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Keterlibatan Akademisi Lintas Negara

Nusa Putra University tidak hanya mengirimkan dosen lokal, tetapi juga akademisi internasional. Tim riset dipimpin Ir. Anang Suryana, S.Pd., M.Si. dari Teknik Elektro, dan melibatkan Prof. Siva Kumar, dosen asal India yang memberikan perspektif global dalam pengolahan garam. Direktur LPPM Nusa Putra University, Ir. Paikun, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., juga turut serta dalam survei ini.

Keterlibatan perguruan tinggi menjadi bukti peran aktif kampus dalam pembangunan daerah melalui penelitian terapan. Sinergi antara BRIN, Nusa Putra University, BAPPERIDA, dan Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi diharapkan menghasilkan model produksi garam yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Apa Langkah Selanjutnya?

Setelah survei lapangan selesai, tim akan menyusun peta jalan implementasi teknologi Solar Still di lokasi yang telah ditentukan. Hasil riset ini ditargetkan tidak hanya meningkatkan kualitas garam nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir Sukabumi.

Bagikan
Sumber: sukabumiupdate.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks