JAWA BARAT — Pelatih asal Portugal berusia 73 tahun itu menandatangani kontrak pada April lalu dan hanya memimpin Ghana dalam 11 pertandingan. Pencapaian terbaiknya bersama tim adalah finis di peringkat ketiga Grup L sebelum akhirnya tersingkir di babak 32 besar oleh Kolombia.
Karier Lima Piala Dunia Beruntun Berakhir
Kepergian Queiroz dari Ghana menandai akhir dari sebuah era pribadi. Ia tercatat sebagai pelatih yang memimpin tim nasional di lima edisi Piala Dunia berturut-turut, sebuah pencapaian langka di level internasional.
Sebelum Ghana, Queiroz menukangi Iran di dua edisi Piala Dunia (2014 dan 2018), Portugal pada 2010, dan Afrika Selatan pada 2002. Ia juga pernah menjadi asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United dalam dua periode berbeda.
Ghana Gagal Manfaatkan Modal Positif
Di fase grup, Ghana sebenarnya tampil cukup kompetitif. Mereka mengalahkan Uruguay di laga pembuka dan bermain imbang melawan Korea Selatan. Namun, kekalahan tipis dari Kolombia di laga penentu membuat langkah mereka terhenti.
Queiroz dianggap gagal membangun konsistensi permainan. Meski membawa pengalaman luas, pendekatan taktisnya dinilai kurang cocok dengan karakter pemain Ghana yang lebih mengandalkan kecepatan dan agresivitas.
Kepergian Bersamaan dengan Pelatih Lain
Queiroz menjadi salah satu dari dua pelatih yang meninggalkan jabatannya pada hari Minggu kemarin. Yordania juga memutuskan berpisah dengan pelatih kepala Jamal Sellami setelah timnya finis di peringkat keempat Grup J.
Federasi Sepak Bola Ghana (GFA) belum mengumumkan pengganti Queiroz. Nama-nama seperti Chris Hughton dan Otto Addo disebut-sebut sebagai kandidat kuat, mengingat keduanya memiliki pengalaman menangani tim Afrika.
Apa Selanjutnya untuk The Black Stars?
GFA kini harus bergerak cepat. Kualifikasi Piala Afrika 2025 akan dimulai dalam beberapa bulan ke depan dan tim membutuhkan sosok pelatih yang bisa membangun kembali kepercayaan diri skuad.
Queiroz sendiri belum mengumumkan langkah selanjutnya. Dengan pengalaman dan reputasi yang dimilikinya, ia kemungkinan besar akan kembali ke dunia kepelatihan dalam waktu dekat, entah di level klub atau tim nasional lain.