BANDUNG — Muswil VII KAHMI Jawa Barat tidak sekadar menjadi forum konsolidasi organisasi. Rapat Steering Committee (SC) yang dipimpin dr. Asad, S.P., THT, KL., menyepakati tiga agenda transformasi utama yang akan menjadi pijakan gerakan organisasi intelektual dan keumatan ini ke depan.
Tiga Agenda Transformasi: SDM, Ekonomi, dan Politik
Presidium KAHMI Jawa Barat, Prof. Fauzan Ali Rasyid, menjelaskan bahwa tema transformasi keumatan dijabarkan ke dalam tiga pilar strategis. Pertama, transformasi sumber daya manusia melalui revolusi pola pikir, penguatan karakter, serta peningkatan kualitas pendidikan agar masyarakat Jabar mampu bersaing di era global.
Kedua, transformasi ekonomi yang diarahkan pada pembangunan berbasis kesejahteraan rakyat. Pilar ini mencakup penguatan kewirausahaan, pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi syariah, hingga ekonomi digital yang inklusif. Ketiga, transformasi politik yang mendorong tata kelola pemerintahan yang demokratis, berintegritas, dan profesional.
Desa Insan Cita: Miniatur Negara dari Akar Rumput
SC Muswil VII juga menyepakati konsep Desa Insan Cita sebagai salah satu luaran kebijakan strategis. Model ini dirancang sebagai ruang implementasi nyata pembangunan keumatan yang dimulai dari tingkat desa. Konsep ini mengintegrasikan lima dimensi utama: pendidikan karakter, penguatan ekonomi lokal, tata kelola desa yang akuntabel, kepemimpinan berbasis kompetensi, dan partisipasi aktif masyarakat melalui kolaborasi multipihak.
“Desa dipandang sebagai miniatur negara. Ketika desa memiliki tata kelola yang baik, masyarakat berkarakter, dan ekonomi lokal produktif, fondasi pembangunan nasional akan semakin kokoh,” ujar Prof. Fauzan.
Bukan Sekadar Seremonial, Targetkan Aksi Nyata
Ketua SC dr. Asad menegaskan bahwa KAHMI tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Organisasi ini dituntut melahirkan gerakan transformasi yang memperkuat umat secara spiritual, intelektual, sosial, dan ekonomi. “Dari masjid, kampus, hingga desa harus tumbuh pusat-pusat pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
Muswil VII yang dijadwalkan berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 ini akan menghasilkan Roadmap Desa Insan Cita. Dokumen konseptual itu menjadi acuan pengembangan desa berbasis pendidikan karakter, ekonomi produktif, dan good governance. KAHMI Jabar akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas untuk mengembangkan desa-desa percontohan.
Rekomendasi Kebijakan untuk Pembangunan Jawa Barat
Sekretaris SC, Dr. Ahmad Zakiyuddin, menambahkan bahwa forum ini juga akan menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi pembangunan Jawa Barat. Rapat SC dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Prof. Aden Rosadi, Prof. Hariman Surya, Dr. Leni Marliani, serta perwakilan Organizing Committee Dr. Burhanuddin H. dan Dr. Teti Ratnasih.
“Transformasi ini diharapkan menjadi kontribusi nyata KAHMI dalam mewujudkan Jawa Barat Istimewa sesuai visi pembangunan yang sedang dikembangkan Pemprov Jabar,” pungkas Prof. Fauzan.