SUMEDANG — Jika mayoritas pelajar mengisi libur sekolah dengan rekreasi, berbeda dengan 51 peserta Karantina Tahfidz Al-Qur’an ke-13 di Pesantren Siswa Al Ma’soem (PSAM). Mereka justru memilih menghabiskan waktu libur dengan menghafal kitab suci di Ponpes yang berlokasi di Sumedang, Jawa Barat.
Target Hafalan 2 Juz dan Peserta dari 10 Daerah
Program pembinaan hafalan Al-Qur’an ini digelar selama tujuh hari, mulai 1 hingga 8 Juli 2026. Pimpinan PSAM, Ust. Asep Abdul Halim, melaporkan bahwa peserta tahun ini mencapai 51 orang, terdiri dari 27 santri putra dan 24 santri putri.
Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, hingga SMA. Tak hanya dari sekitar Bandung dan Sumedang, peserta juga datang dari Garut, Bekasi, Karawang, Depok, Jakarta, Jambi, Banjar, hingga Semarang.
Target Hafalan Disesuaikan dengan Kemampuan Membaca
Ust. Asep menjelaskan, target dua juz berlaku khusus bagi peserta yang telah memenuhi standar kelancaran membaca Al-Qur’an. Sementara peserta tingkat SD yang masih dalam tahap belajar membaca diberikan target hafalan yang lebih ringan, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
“Kami menjelaskan bahwa target hafalan dua juz berlaku bagi peserta yang telah memenuhi kemampuan membaca Al-Qur’an. Sementara peserta tingkat SD yang masih dalam tahap belajar membaca Al-Qur’an diberikan target hafalan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing,” katanya dalam laporan kegiatan.
Bukan Sekadar Hafalan: Ada Character Building dan Olahraga
Selain fokus pada hafalan, karantina tahun ini juga dibekali program pembinaan akhlak, character building, serta training dan motivasi teknik menghafal. Panitia menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang, mulai dari makan tiga kali sehari, kamar berkapasitas empat orang dengan kamar mandi di dalam, hingga sertifikat.
Peserta juga bisa memanfaatkan fasilitas olahraga seperti kolam renang, berkuda, memanah, lapangan futsal, voli, dan basket. Panitia bahkan menyediakan hadiah khusus bagi peserta dengan hafalan terbanyak sebagai bentuk apresiasi.
“Program ini terbuka untuk umum, tidak hanya santri PSAM, tetapi ikhwan dan akhwat yang sudah mampu membaca Al-Qur’an dan bersedia mengikuti kegiatan hingga selesai,” ujar Ust. Asep.
Harapan: Lahirkan Generasi Hafiz yang Berakhlak Mulia
Melalui kegiatan ini, Yayasan Al Ma’soem berharap para peserta semakin mencintai Al-Qur’an dan meningkatkan kualitas hafalannya. Target jangka panjangnya, lahir generasi hafiz dan hafizah yang berakhlak mulia, membanggakan orang tua, dan memperoleh rida Allah SWT.