BOGOR — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digulirkan Pemerintah Kota Bogor mencatatkan realisasi 49 persen dari total sasaran pada 2025, atau hampir 530 ribu penduduk telah menjalani skrining. Kepala Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena, menyebut angka itu melampaui target awal yang hanya 36 persen.
“Capaian ini yang tertinggi di Jawa Barat,” kata Erna saat ditemui di sela kegiatan Jumat Sehat di Kantor PWI Kota Bogor, Kecamatan Tanah Sareal, Jumat (10/7/2026).
Untuk tahun 2026, Pemkot Bogor menargetkan cakupan pemeriksaan sebesar 46 persen. Hingga awal Juli, realisasi program telah mencapai 39 persen. Program ini terus diperluas ke berbagai kelompok masyarakat, komunitas, dan instansi.
Penyakit Tidak Menular Mendominasi Hasil Skrining
Berdasarkan hasil skrining, tiga penyakit tidak menular paling banyak ditemukan di Kota Bogor adalah hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas. Erna mengatakan sebagian besar kasus itu berkaitan dengan pola hidup yang kurang sehat.
“Kurang aktivitas fisik, rendahnya konsumsi buah dan sayur, serta kebiasaan merokok menjadi faktor utama,” ujarnya.
Dinkes Kota Bogor juga mengimbau masyarakat mewaspadai dampak cuaca panas dan meningkatnya debu akibat aktivitas pembangunan. Kondisi itu berpotensi memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi, dan heat stroke. Warga diminta mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan menggunakan masker saat batuk atau flu.
Layanan CKG untuk Wartawan dan Bantuan Ambulans
Dalam agenda Jumat Sehat, Dinkes Kota Bogor memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi wartawan yang bertugas di Kota Bogor. Erna menjelaskan kegiatan itu merupakan upaya menjaga kesehatan insan pers yang memiliki mobilitas dan ritme kerja tinggi.
“Ritme kerja teman-teman wartawan cukup tinggi sehingga perlu dipastikan kondisi kesehatannya tetap baik. Kegiatan seperti ini direncanakan berlangsung secara berkala setiap enam bulan,” kata Erna.
Selain pemeriksaan, Dinkes menyerahkan bantuan tabung oksigen untuk ambulans milik PWI Kota Bogor. Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, mengapresiasi kolaborasi tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Kota Bogor. Selain pemeriksaan kesehatan bagi wartawan, bantuan tabung oksigen untuk ambulans PWI akan mendukung layanan sosial yang kami berikan kepada masyarakat,” ujar Herman.
Puskesmas 24 Jam untuk Kurangi False Emergency
Dinkes Kota Bogor juga terus mengoptimalkan layanan Puskesmas 24 Jam yang saat ini tersedia di enam titik, yaitu Puskesmas Bogor Tengah, Bogor Timur, Tanah Sareal, Pasir Mulya, Cipaku, dan satu puskesmas lain yang masih dalam tahap persiapan.
Menurut Erna, layanan ini bertujuan memperluas akses pelayanan kesehatan dan mengurangi kasus false emergency di rumah sakit. “Apabila warga mengalami keluhan kesehatan di luar jam operasional puskesmas reguler, dapat mendatangi puskesmas yang beroperasi 24 jam untuk mendapatkan pemeriksaan awal oleh dokter jaga,” katanya. []