CIAMIS — Puluhan kelompok tani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ciamis unjuk gigi dalam pameran hasil pertanian yang digelar di Lapang Desa Sumberjaya. Kegiatan ini menjadi rangkaian peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 yang berlangsung pada Senin (13/7/2026).
Para pengunjung tampak antusias mengelilingi stan-stan yang memajang aneka produk pertanian. Mulai dari hasil panen sayuran, buah-buahan, hingga olahan pangan lokal yang siap dipasarkan.
Mendorong Kolaborasi untuk Pertanian Berkelanjutan
Pameran ini bukan sekadar ajang pamer produk. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah bagi para petani untuk bertukar pengalaman dan memperkuat jejaring. Tujuannya jelas: mendorong pertanian yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Ketahanan pangan menjadi isu sentral yang diusung. Dengan melibatkan 27 kelompok KTNA, Pemkab Ciamis berharap sektor pertanian daerah terus bertransformasi. Para petani didorong untuk mengadopsi praktik pertanian modern tanpa meninggalkan kearifan lokal.
Produk Unggulan sebagai Modal Ekonomi Daerah
Setiap kelompok KTNA menampilkan produk unggulan dari wilayahnya masing-masing. Ini menjadi strategi untuk memetakan potensi ekonomi pertanian di tingkat desa dan kecamatan. Produk-produk tersebut diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Suasana di lokasi pameran terlihat semarak. Para petani dengan bangga menjelaskan proses produksi hingga kualitas hasil panen mereka kepada pengunjung. Interaksi ini menjadi nilai tambah, karena konsumen bisa langsung mengenal produk dari tangan pertama.
Hari Krida Pertanian sebagai Momentum Evaluasi
Peringatan HKP ke-54 di Ciamis tidak hanya diisi dengan pameran. Kegiatan ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan petani untuk mengevaluasi capaian serta merancang langkah ke depan. Transformasi menuju pertanian berkelanjutan membutuhkan kerja sama semua pihak.
Dengan semangat kolaborasi, para petani Ciamis optimistis bisa menghadapi tantangan pangan ke depan. Pameran ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian di daerah terus bergerak maju, menjawab kebutuhan pangan lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.