BOYOLALI — Video berdurasi pendek itu memperlihatkan tumpukan kentang goreng jenis crinkle-cut dan beberapa potong sosis yang masih utuh berserakan di tanah. Alih-alih membersihkan, pendaki tersebut justru memilah bagian yang dianggap masih layak, membersihkannya, lalu menggoreng ulang menggunakan peralatan masak pribadi. “Pengalaman di Merbabu yang paling paling rezeki bisa datang kapan saja emg,” tulisnya dalam keterangan unggahan.
Reaksi Warganet: Antara Hiburan dan Keprihatinan
Sebagian besar warganet mengaku terhibur dengan respons spontan sang pendaki yang menganggap temuan itu sebagai rezeki di tengah perjalanan. Namun, gelak tawa itu dibarengi kritik tajam terhadap oknum yang diduga sengaja meninggalkan makanan dalam jumlah banyak di jalur pendakian. Banyak yang menilai tindakan membuang logistik di gunung mencerminkan rendahnya kesadaran terhadap kelestarian alam.
Prinsip Leave No Trace: Sampah Makanan Juga Merusak Ekosistem
Viralnya video ini kembali mengingatkan pada prinsip dasar pendakian, yakni Leave No Trace atau tidak meninggalkan jejak. Dalam praktiknya, setiap pendaki wajib membawa kembali seluruh sampah, termasuk sisa makanan. Sampah organik seperti kentang dan sosis yang dibuang di jalur pendakian dapat mengubah perilaku satwa liar, mengundang hama, dan merusak keseimbangan ekosistem pegunungan.
Gunung Merbabu yang berada di perbatasan Kabupaten Boyolali, Magelang, dan Semarang merupakan salah satu destinasi favorit pendaki. Kawasan ini termasuk dalam Taman Nasional Gunung Merbabu yang memiliki aturan ketat soal pengelolaan sampah. Pelanggaran seperti membuang logistik di jalur sebenarnya bisa dikenakan sanksi berupa teguran hingga larangan mendaki.
Apa yang Seharusnya Dilakukan Pendaki?
Alih-alih memasak ulang sampah makanan yang berisiko terhadap kesehatan, pendaki idealnya membawa kantong sampah pribadi. Sisa logistik yang tidak habis sebaiknya diturunkan kembali ke basecamp atau kota asal. Beberapa komunitas pendaki bahkan rutin menggelar aksi bersih gunung untuk memungut sampah yang ditinggalkan oknum tak bertanggung jawab.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu maupun pihak kepolisian terkait video tersebut. Namun, perbincangan di media sosial sudah cukup menjadi pengingat bahwa etika pendakian bukan sekadar soal kemampuan fisik, melainkan juga tanggung jawab terhadap alam.