INDRAMAYU — Bupati Indramayu Lucky Hakim memastikan pemerintah daerah melalui dinas terkait akan memperketat pengawasan kelaikan kendaraan angkutan barang maupun angkutan penumpang. Langkah ini menjadi respons langsung atas kecelakaan beruntun di Jalur Pantura yang merenggut 12 nyawa pada Minggu (12/7/2026) lalu.
"Kami memastikan, pemerintah daerah melalui dinas terkait akan memperketat pengawasan kelaikan kendaraan angkutan barang maupun angkutan penumpang untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali," kata Lucky dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).
Penegakan Aturan Keselamatan Jadi Prioritas
Menurut Lucky, penegakan aturan terhadap kendaraan angkutan harus diperkuat. Ia menekankan bahwa aspek keselamatan pengguna jalan harus benar-benar menjadi prioritas utama.
Selain pengawasan teknis terhadap kondisi kendaraan, pemerintah daerah juga meminta regulasi mengenai standar keselamatan angkutan penumpang diterapkan secara lebih tegas. Langkah ini diambil agar tragedi serupa tidak kembali terjadi di jalur dengan mobilitas kendaraan yang tinggi tersebut.
Momentum Evaluasi Sistem Transportasi Darat
Bupati Indramayu menyebut kecelakaan maut tersebut menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan transportasi darat. Fokus utama pengawasan akan diarahkan pada kendaraan angkutan barang dan penumpang yang kerap melintas di Jalur Pantura.
Pemerintah daerah belum merinci jadwal teknis pelaksanaan pengawasan baru ini. Namun, kepastian dari Bupati Lucky Hakim menandakan bahwa perubahan sistem pengawasan akan segera diterapkan dalam waktu dekat.