JAWA BARAT — Pekan lalu, Wall Street menyaksikan pertarungan sengit antara dua raksasa teknologi. Apple berhasil menggeser Nvidia dari puncak daftar perusahaan paling bernilai di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. Pencapaian ini terjadi setelah saham Apple mencatatkan rekor tertinggi selama beberapa hari berturut-turut.
Lonjakan Saham dan Target Kapitalisasi USD 5 Triliun
Saham Apple ditutup menguat signifikan pada Jumat lalu, mengerek kapitalisasi pasar perusahaan ke angka USD 4,944 triliun. Posisi ini masih belum melampaui rekor Nvidia yang sebelumnya menjadi perusahaan pertama yang menembus valuasi USD 5 triliun.
Namun, analis pasar optimistis Apple berpotensi menyusul capaian tersebut dalam waktu dekat. Apalagi momentum penguatan saham Apple terjadi di tengah kondisi yang sempat kurang menguntungkan.
Dampak Kenaikan Harga Produk Akibat Kelangkaan RAM Global
Sebelum reli terbaru ini, harga saham Apple sempat tertekan. Penyebabnya adalah kebijakan perusahaan menaikkan harga sejumlah lini produk, termasuk Mac dan iPad, ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kenaikan harga itu dipicu oleh krisis pasokan RAM global yang masih berlangsung.
Meski sempat turun sesaat setelah pengumuman harga baru, pasar dengan cepat menyerap informasi tersebut. Saham Apple pulih dan justru mencetak rekor dalam sepekan terakhir.
Transisi Kepemimpinan: Tim Cook ke John Ternus
Di tengah hiruk-pikuk pasar, Apple tengah bersiap menghadapi momen penting lainnya: pergantian CEO. Agustus tahun ini akan menjadi bulan terakhir Tim Cook menjabat sebagai chief executive officer. Posisinya akan digantikan oleh John Ternus, yang pengangkatannya telah diumumkan secara resmi awal tahun ini.
Meski mundur dari jabatan harian, Cook tidak sepenuhnya lepas dari perusahaan. Ia akan tetap menjabat sebagai executive chairman of the board, memastikan transisi kepemimpinan berjalan mulus.
Dengan valuasi yang terus mendekati USD 5 triliun dan transisi kepemimpinan yang terencana, Apple masih menjadi salah satu saham paling diperhatikan di bursa global. Bagi investor dan pengamat teknologi, langkah selanjutnya adalah apakah Apple mampu mempertahankan momentum ini di bawah kepemimpinan baru.